Baznas Sarolangun Saluran Zakat Senilai Rp 2,2 Miliar, Segini yang Akan Diterima 18 Ribu Mustahik
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun pada bulan puasa Ramadhan melakukan penyaluran zakat.
Penulis: Wahyu Herliyanto | Editor: Teguh Suprayitno
TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sarolangun pada bulan puasa Ramadhan melakukan penyaluran zakat kepada masyarakat Sarolangun yang berhak menerima senilai Rp 2,2 miliar lebih.
Ketua Baznas Sarolangun H Mukhtar, mengatakan bahwa zakat yang disalurkan tersebut tersebar di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Sarolangun.
Jumlahnya sebanyak 18.508 orang, yang terdiri dari 15.091 orang fakir dan miskin, 3.226 orang asnaf fisabilillah, dan 191 orang muallaf.
• Bawaslu Tanjab Timur Ingatkan Pemerintah, Jangan Ada Politisasi Bantuan Covid-19
• Tak Hanya BLT, Ini Daftar Bantuan Pemerintah untuk Warga Terdampak Covid-19 di Tanjab Timur
• Uang Ratusan Juta Raib, Ternyata Gorila Malingnya, Ular Juga Pernah, Kok Sukanya Makan Uang Ya
"Yang kita saluran tiga bagian kelompok, fakir dan miskin menerima Rp 100 ribu per orang, fisabilillah Rp 200 ribu per orang dan muallaf sebesar Rp 250 ribu perorang," katanya.
Kata Mukhtar, bahwa jika dirincikan zakat bagi kalangan fakir dan miskin ditotalkan sebesar Rp 1.509.100.000, kemudian zakat bagi asnaf fisabilillah seperti guru ngaji, bilal, khotib dengan jumlah Rp 645.200.000, dan muallaf sebesar Rp 47.750.000.
"Totalnya 18.508 orang, dengan jumlah zakat yang disalurkan Rp 2.202.050.000. Melalui jalur desa dan kecamatan," katanya.
Ia menjelaskan bahwa penyaluran zakat dari Baznas Sarolangun ini berbeda dari tahun sebelumnya, karena ditengah pandemi Covid-19 saat ini, pihaknya menyalurkan zakat melalui para tenaga pendata di desa dan kelurahan.
"Sudah selesai kita salurkan, terakhir di Kecamatan Batang Asai, kami antar langsung melalui pendata yang di desa, dan penyerahan dilakukan di kantor camat. Kalau tahun lalu, kita langsung ke mesjid-mesjid yang ada di desa, sekarang karena ada wabah virus corona jadi tidak boleh, maka kita lakukan lewat pendata," katanya.
Selain dari tiga kelompok tersebut, katanya, tahun ini pihaknya juga melakukan penyaluran zakat bagi para tenaga honorer yang ada di Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun, seperti tenaga tukang sapu, tukang jaga malam dan honor harian.
"Kita belum mereka, setiap OPD ada lima orang, 10 orang, dan ada dinas Perkim lebih dari 100 orang. Sekarang masih berlangsung, jadi belum kita rekap berapa jumlahnya yang kita salurkan, zakat yang kita berikan sebesar Rp 100.000," katanya.