BLT Tak Kunjung diberikan, Warga Tanjung Ilir Merangin Datangi Rumah Kades

Ratusan masyarakat Desa Tanjung Ilir Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin mendatangi rumah Kades setempat.

BLT Tak Kunjung diberikan, Warga Tanjung Ilir Merangin Datangi Rumah Kades
IST
Ratusan masyarakat Desa Tanjung Ilir Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin mendatangi rumah Kades setempat.

TRIBUNJAMBI.COM,BANGKO -- Ratusan masyarakat Desa Tanjung Ilir Kecamatan Tabir Kabupaten Merangin mendatangi rumah Kades setempat.

Mereka datang ke rumah Kades untuk mempertanyakan kenapa Bantuan Langsung Tunai (BLT) di desa tersebut belum diberikan padahal desa tetangga sudah diberikan semua.

Selain itu, warga juga mendapatkan informasi jika banyak warga yang bakal mendapatkan BLT tersebut tidak merata dan tebang pilih.

"Desa tetangga sudah dapat semua, satu KK mendapatkan Rp 600 ribu. Kami belum," kata warga yang datang ke rumah Kades tersebut.

Kapolres Tanjabbar Imbau Tim Gugus Tugas Covid-19 Tak Selewengkan Anggaran, Sanksinya Lebih Berat

Lagi Pandemi Covid-19, Satgas Gakkum Pangan Jambi Akan Tindak Tegas Penimbun Kebutuhan Pokok

Update Terbaru Positif Covid-19 di Seluruh Dunia, Total Capai 3,8 Juta Kasus, Indonesia Urutan Ini

Kedatangan masyarakat yang didominasi ibu-ibu tersebut disambut oleh perangkat desa, baik itu Kades Tanjung Ilir, anggota BPD dan perangkat desa lainnya.

Kades Tanjung Ilir, Jufri menyebut jika saat ini BLT memang belum dibagikan kepada warga. Katanya, pemerintah desa masih melakukan pendataan ulang terhadap siapa yang berhak menerimanya.

Katanya, dari hasil pendataan pertama, pihak desa mengusulkan sebanyak 360 KK penerima BLT, namun yang disahkan sebanyak 174 KK dari jumlah total 600 KK. Penerima BLT itu juga harus sesuai dengan beberapa syarat yang sudah ditentukan agar tidak berbenturan dengan aturan.

"Pertama kami usulkan itu 360 KK, akan tetapi disepaakti 174 KK. Penerima BLT ini kita data bukan kita bagi sama rata, tidak mungkin orang mampu kita kasih, tentu yang berhak yang harus kita berikan dahulu," ujar Jufri.

Dikatakan Jupri, warga yang mengelar aksi demo di depan rumahnya, sebelumnya sudah beberapa kali mendatangi perangkat desa untuk meminta di data.

"Untuk BLT Dana Desa Rp1,43 milyar itu 30 persen sebanyak 313 juta itu yang mau dibagi kepada 174 KK selama tiga bulan. Selain itu tidak mungkin dana ini kita berikan kepada yang mampu, tentu masyarakat kurang mampu yang berhak menerimanya," sebutnya.

Pihak desa menduga, aksi demo yang digelar mayoritas ibu-ibu tersebut berpatok kepada desa tetangga, dimana dana BLT sudah diberikan kepada masyarakat.

Kabar Duka, Pemeran Abah di Film Keluarga Cemaram Adi Kurdi Meninggal Dunia

Terungkap Mike Tyson Ditawari Rp 300 Miliar untuk Mau Bertanding Lagi di BKFC

"Desa tetangga jumlah KK-nya lebih sedikit dari Desa Tanjung Ilir. Ini menjadi patokan mereka. Tidak mungkin kita samakan dengan desa tetangga, ini ada miskomunikasi antar masyarakat," kata Kades.

"Sedangkan dalam membagikan BLT ini sudah ada kreterianya dan aturannya. Kami berpegang dengan aturan dalam sistem pembagian BLT ini, agar yang berhak benar benar mendapatkannya," sambungnya. (*)

Penulis: muzakkir
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved