Heboh Ulah Oknum RT, Potong BLT Warga Demi 'Uang Rokok'
Seorang oknum ketua RT diduga memotong Bantuan Langsung Tunai (BLT,) untuk warga terdampak pandemi Covid-19.
TRIBUNJAMBI.COM - Seorang oknum ketua RT diduga memotong Bantuan Langsung Tunai (BLT,) untuk warga terdampak pandemi Covid-19.
Camat Kresek, Kabupaten Tangerang, Zaenudin, mengklarifikasi kabar tersebut.
Zaenudin mengatakan, tidak ada pemotongan BLT, namun ada 'uang rokok' yang diberikan warga kepada ketua RT.
• PDP di Kabupaten Merangin Meningkat, Puluhan Warga Jalani Rapid Test, 6 Orang Positif, Total Jadi 21
• VIDEO : Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Tidak Terima Gaji Sejak 2013
• Danramil 417-03/Ah, Kerinci Minta Selama Covid-19 Warga Salat dan Ibadah Ramadan di Rumah Saja
"Di berita itu salah, bukan disunat, kan dari kantor pos langsung ke warga. Mungkin warganya ngasih ke RT buat uang rokok, kalau disunat kan dipotong, ini cuma uang rokok saja istilahnya," kata Zaenudin, saat dihubungi Kompas.com, melalui sambungan telepon, Sabtu (2/5/2020).
Zaenudin mengatakan, BLT dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk warga Desa Talok, turun pada Kamis (30/3/2020).
Di Desa Talok, terdapat 276 Kepala Keluarga (KK) yang dapat.
• Trending di Twitter, Siapa Sebenarnya Margot Robbie, Sempat Jelaskan Soal Joker
• PROMO JCO Terbaru, Setengah Lusin J.Club Hanya Rp 70 Ribu atau Dapatkan 2 Lusin J.Co Rp 104 Ribu
• THR PNS Bakal Cair di Pertengahan Bulan Mei, Tapi Tunjangan Kinerja Pegawai Tidak Naik
Namun, di salah satu kampung, muncul laporan jika ada oknum RT memotong jatah BLT.
Saat ini, kata dia, kasus tersebut sudah diselesaikan secara musyawarah, uang tersebut sudah dikembalikan ke masing-masing warga.
• Warga yang Tinggal di DAS Diminta Waspada, Debit Sungai Batang Tembesi Mulai Naik
• Kerab Umbar Keseksiannya, DJ Dinar Candy Kini Kenakan Hijab, Kepingin Dipanggil dengan Nama Ini
• Waduh! Turis Rusia Ini Tinggal di Gua Batu Thailand Gara-Gara Covid-19
• Promo Terbaru KFC, Weekend Crazy Deal hingga Bukber Komplit Rp 29.091, Promo Sampai Akhir Bulan Mei
"Lurah langsung kumpulkan RT RW, sudah selesai, uang sudah dikembalikan, selesai melalui musyawarah," kata dia.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tangerang, Ujat Sudrajat menyayangkan kejadian tersebut.
Dirinya meminta para camat gencar melakukan sosialisasi jika BLT harus diterima penuh oleh warga terdampak Covid-19 sebesar Rp 600.000.
Dia mengatakan, jika warga mengetahui adaya penyelewengan dana BLT harus segera melapor.
"Jika ada masyarakat dirugikan bisa langsung lapor ke desa, kecamatan atau dinsos, terbuka untuk laporan warga," kata dia.
Artikel ini telah terbit di kompas.com dengan judul Oknum RT di Tangerang Diduga Minta Jatah BLT ke Warga, Camat: Cuma Uang Rokok https://regional.kompas.com/read/2020/05/02/21330901/oknum-rt-di-tangerang-diduga-minta-jatah-blt-ke-warga-camat-cuma-uang-rokok?page=all#page3