Dampak Corona di Jambi

Di Tengah Pandemi Corona, Angkutan AKDP di Jambi Masih Aktif, Larangan Baru Sebatas Imbauan

"Pemerintah Provinsi Jambi masih melakukan imbaun kepada masyarakat untuk pelarangan mudik dan pelarangan sementara penggunaan sarana transportasi...

Tribunjambi/Zulkifli
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Meski sudah ada larangan mudik, namun angkutan umum antar kabupaten/kota dalam provinsi (AKDP) di Provinsi Jambi masih diperbolehkan.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi belum melakukan larangan terhadap aktivitas angkutan AKDP di tengah pendemi Covid-19 di Provinsi Jambi. Alasan masih diperbolehkan AKDP beraktivitas, karena 11 wilayah dalam Provinsi Jambi belum ada yang menerapkan pembatasan sosial bersekala besar (PSBB).

Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jambi, Varial Adhi Putra mengatakan, sampai saat ini untuk aktivitas AKDP masih diperbolehkan. Karena di 11 wilayah dalam Provinsi Jambi tidak ada yang ditetapkan sebagai zona merah dan menerapkan PSBB.

"Pemerintah Provinsi Jambi masih melakukan imbaun kepada masyarakat untuk pelarangan mudik dan pelarangan sementara penggunaan sarana transportasi dalam wilayah Provinsi Jambi," sebutnya, Minggu (3/5/2020).

Meski Keluarga Tak Bisa Mudik Karena Covid-19, Heri Wibawa Sambung Rindu via Telepon

PON XX Papua Ditunda, Anggaran Pelatda Atlet Jambi Direalokasi untuk Covid-19

VIDEO 17 Karyawan Pabrik Rokok di Tulungagung Reaktif Corona Terungkap dari Pegawai yang Sakit

Namun mengenai pelaksanaan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor : PM no 25 tahun 2020 terkait pengendalian pengaturan lalu lintas terhadap pelarangan sementara penggunaan sarana transportasi yang akan keluar dan/atau masuk antar kabupaten/kota dalam wilayah Provinsi Jambi, dilaksanakan oleh masing-masing pemerintah kabupaten/kota dengan melakukan pengawasan dan pengaturan lalu lintas di lokasi check point yang berada pada kewenangan masing-masing sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

"Tergantung kabupaten/kota masing-masing lagi bagaimana kebijakanya," ujarnya.

Varial menegaskan, berdasarkan Permen tersebut, jika ada daerah yang menetapatkan sebagai zona merah atau menerapkan psbb. Maka aktivitas transportasi di kawasan tersebut diperketat.

Dia menambahkan, bagi warga yang sudah membeli tiket untuk mudik ke luar provinsi, bisa mengembalikan tiketnya ke loket pemesanan tiket. Pengembalian tiket 100 persen tidak ada pemotongan.

"Hal ini sesuai dengan instruksi dari kementerian perhubungan," pungkasnya.

Sementara itu, Koordinator Satuan Pelaksana Terminal Alam Barajo Kota Jambi Ibrahim, mengiyakan bahwa angkutan AKDP masih ada yang beroperasi dan masuk ke terminal namun volumenya jauh menurun.

Sementara untuk angkutan AKAP dikatakan Ibrahim sejak 28 April lalu sudah nihil tidak ada lagi yang masuk maupun berangkat dari terminal.

"Benar-benar nihil," pungkasnya. (Zulkifli)

Penulis: Zulkifli
Editor: Rian Aidilfi Afriandi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved