PON XX Papua Ditunda, Anggaran Pelatda Atlet Jambi Direalokasi untuk Covid-19

Ketua KONI Jambi, Indra Armendaris mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar rencana penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) itu sejak awal digaungka

Tribunjambi/Zulkifli
Ketua KONI Provinsi Jambi, Indra Armandaris 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi menanggapi keputusan penundaan PON XX Papua yang awal rencananya dilaksanakan pada 20 Oktober hingga 2 November 2020 mendatang.

Ketua KONI Jambi, Indra Armendaris mengatakan, pihaknya sudah mendengar kabar rencana penundaan Pekan Olahraga Nasional (PON) itu sejak awal digaungkan.

"KONI Jambi sebelumnya sudah mendapat kabar, dimungkinkan PON 2020 Papua ditunda. Setelah ada keputusan resmi dari presiden, baru kita mengambil tindakan apa yang akan kita lakukan ke depannya," ujarnya, saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler, Minggu (3/5/2020).

Dampak Pandemi Corona, 200 Karyawan di Kabupaten Bungo di PHK, 40 Orang Dirumahkan

Meski PON Ditunda Koni Provinsi Jambi Berharap Pelatda Tetap Berjalan dengan Pola Latihan Mandiri

Pasca keputusan presiden yang disepakati Komisi X DPR RI dan Kementerian Pemuda dan Olahraga dalam rapat kerja 14 April lalu, pihaknya sudah membicarakan persoalan itu bersama pelatih 11 cabang olahraga (cabor).

Hal itu juga mengingat, anggaran untuk pemusatan pelatihan daerah (Pelatda) sudah direalokasi untuk menangani pandemi Covid-19 di Jambi.

"Dana Pelatda yang dibayarkan cuma Januari sampai Maret. Pemerintah tidak mengganggarkan lagi Pelatda untuk April sampai Oktober, anggarannya sudah direalokasi ke penanganan corona," terangnya.

KONI Muarojambi Akan Kirim 13 Atlet untuk Berlaga di PON Papua

Bocoran dari Mahfud MD, Pemerintah Sedang Pertimbangkan Untuk Pelonggaran PSBB

Dia menjelaskan, Kamis (30/4/2020) lalu pihaknya sudah menggelar rapat bersama 11 pelatih cabor.

Dari rapat itu disampaikannya bahwa semua pelatih cabor menyayangkan keputusan realokasi anggaran tersebut, yang berdampak pada tidak dibayarkannya dana Pelatda selama tujuh bulan.

"Padahal kami dari KONI sudah mengirim surat resmi kepada gubernur, tapi permohonan kami tidak dapat persetujuan. 11 pelatih menyayangkan keputusan itu," ungkapnya.

Untuk itu pada Senin (04/05/2020) besok, kata Indra, pihaknya akan kembali menggelar rapat bersama para pelatih cabor untuk mencari solusi permasalahan ini.

Saat disinggung bagaimana nasib atlet yang akan mengikuti PON tersebut, Indra bilang, sebelumnya atlet diminta untuk melakukan latihan secara mandiri sampai Mei.

Namun karena belum adanya kepastian anggaran untuk pelatihan, pihaknya masih berupaya untuk mencari jalan keluarnya.

BREAKING NEWS Positif Corona di Provinsi Jambi Tambah 6 Orang, Jadi 38 Orang

Diminta Putar Balik Sopir Travel Jurusan Bungo - Jambi Adu Mulut dengan Petugas di Jalan Lintas

"Besok akan dirapatkan bertahap. Mungkin dalam satu pertemuan, ada 5 atau 6 pelatih cabor supaya menghindari kerumunan, karena kita pun harus menerapkan social distancing," kata dia.

Setelah rapat bersama pelatih, pihaknya akan melakukan rapat pengurus guna mendapat titik temu untuk mengatasi problem ini. (Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved