Breaking News:

Virus Corona

MENGERIKAN Dampak Corona di Negara Ini, Mayat-mayat Dibungkus Plastik Berserakan di Pingir Jalan

Data John Hopkin University & Medicine, Selasa (21/4/2020) menunjukkan jumlah kasus infeksi virus corona di Ekuador mencapai 10.128 dan 507 kematian

AFP
Peti Mati jenazah korban Virus Corona Bertumpuk di Kota Guayaquil, Ekuador 

"Sangat sulit untuk mengatakan kepada mereka untuk tinggal di rumah," kata Dayanna Monroy, seorang jurnalis TV di Guayaquil, yang mengatakan banyak bagian kota yang ramai dengan orang-orang dan lalu lintas.

Hasilnya adalah rumah sakit, ngarai, rumah duka, dan kuburan yang kewalahan.

Karena kesulitan mencari tempat pengurusan mayat, maka orang-orang memutuskan membungkus mayat sanak saudara yang sudah meninggal dalam plastik dan seprai.

Dalam beberapa kasus, mayat-mayat itu dipindahkan ke luar rumah karena sudah menebarkan bau busuk.

"Ada lebih dari 300 mayat di dalam rumah," kata Wated kepada NPR.

"Beberapa orang mati ada di sana tiga, empat ... bahkan lima hari," ujarnya.

Mayat Bergelimpangan di Pinggir Jalan

Pada 12 April 2020, Dan Bell, Produser dan Pembuat Film Independen, memosting dua video dari Guayaquil ke akun Twitternya.

Kedua video itu merekam mayat-mayat yang diletakkan bergelimpangan di pinggir jalan.

Sebagian mayat itu sudah berada dalam peti mati, namun banyak juga yang hanya dibungkus plastik hitam.

Terlihat juga beberapa alat berat beko bekerja di areal pemakaman.

Bersama beko itu, orang-orang berseragam APD bekerja keras menguburkan mayat-mayat itu dalam sebuah lubang besar.

NPR memberitakan, Pemerintah Ekouador telah memerintahkan tentara untuk membawa jenazah ke kuburan, seperti Parques de la Paz, salah satu yang terbesar di Guayaquil.

Pada awal krisis, manajer pemakaman Alfredo Bravo mengatakan dia menerima jumlah mayat yang sama dalam satu hari dengan kapasitas normal 273 mayat bulanannya.

Dengan dekrit pemerintah, korban Covid-19 seharusnya dikremasi untuk menghindari penyebaran infeksi.

Tetapi krematorium Bravo hanya dapat menangani delapan mayat per hari, sehingga sebagian besar dimakamkan.

“Pemakaman hanya memiliki satu backhoe untuk menggali tanah dan mengubur mayat, kami harus menyewa tiga lagi,” kata Bravo.

Bagian terburuk dari pekerjaannya adalah, untuk menghindari infeksi, Bravo harus memblokir kerabat orang mati di gerbang kuburan.

"Aku merasa sangat buruk," katanya.

"Karena orang tidak bisa mengubur atau mengucapkan selamat tinggal kepada orang yang mereka cintai dengan cara yang benar," kata dia.

Wated, pemimpin gugus tugas itu, mengatakan ada relatif sedikit kasus COVID-19 di seluruh Ekuador.

Ia membandingkan keadaan di Guayaquil dengan Wuhan, kota Cina di mana wabah dimulai.

Dia membela kebijakan pemerintah terhadap keadaan darurat coronavirus dan mengatakan sedang meningkatkan pengujian.(*)

Artikel ini telah tayang di serambinews.com dengan judul Ngerinya Wabah Corona di Ekuador, Mayat Bergelimpangan di Pinggir Jalan, Sebagian Dibungkus Plastik,

Editor: Deni Satria Budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved