Breaking News:

Virus Corona

MENGERIKAN Dampak Corona di Negara Ini, Mayat-mayat Dibungkus Plastik Berserakan di Pingir Jalan

Data John Hopkin University & Medicine, Selasa (21/4/2020) menunjukkan jumlah kasus infeksi virus corona di Ekuador mencapai 10.128 dan 507 kematian

AFP
Peti Mati jenazah korban Virus Corona Bertumpuk di Kota Guayaquil, Ekuador 

"Ini adalah kenyataan sulit yang kita hadapi," kata Wated dalam pidato yang disiarkan secara nasional.

Menteri Dalam Negeri Maria Paula Romo telah mengakui bahwa jumlah kematian sebenarnya lebih tinggi, tetapi dia menyalahkan kurangnya pengujian luas untuk perbedaan tersebut.

Bahkan Presiden Lenin Moreno telah membubarkan angka resmi terkait kematian akibat corona.

"Kita harus mengatakan yang sebenarnya," katanya dalam sebuah pidato bulan lalu.

"Kita tahu bahwa dalam hal infeksi dan kematian, jumlahnya terlalu rendah. Tidak ada pengujian yang cukup," ujarnya.

Eduardo Herdocia, yang baru 18 bulan keluar dari sekolah kedokteran, mengatakan ia saat ini merawat sekitar 200 pasien yang ia yakini terinfeksi virus corona, berdasarkan gejala pernapasan mereka.

Tetapi karena kurangnya pengujian, hanya sekitar dua lusin yang didiagnosis positif.

Karena rumah sakit Guayaquil dipenuhi pasien Covid-19 yang dikonfirmasi, kemudian Herdocia memutuskan untuk melayani panggilan ke rumah.

"Banyak dari pasien ini membutuhkan perawatan rumah sakit, tetapi rumah sakit dan seluruh sistem perawatan kesehatan sudah penuh," kata Herdocia, yang berusia 26 tahun.

Dia mengatakan pernah membawa pasien dan berkeliling kota sepanjang malam untuk mencari rumah sakit, tetapi tidak ada ruang.

Halaman
1234
Editor: Deni Satria Budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved