Virus Corona
Kebohongan Korea Utara Terbongkar, Tipu Dunia Bebas Corona, Ternyata Kasusnya Sudah Ada Sejak Maret
Sebelumnya Dari ratusan negara tersebut ada satu negara yang sempat mendeklarasikan bebas dari pandemi ini, negara tersebut adalah Korea Utara.
TRIBUNJAMBI.COM - Kini hampir seluruh negara di dunia masih menghadapi virus corona.
Setidaknya ada sekitar 213 negara di dunia masih memerangi virus corona.
Sebelumnya dari pantauan pada laman resmi BNPB, sejumlah 2.203.927 kasus telah terkonfirmasi.
Dari ratusan negara tersebut ada satu negara yang sempat mendeklarasikan bebas dari pandemi ini, negara tersebut adalah Korea Utara.
• Malangnya Nasib Ruben Onsu, Sudah Bisnisnya Terancam Bangkrut, Kini Ditipu Akibat Transaksi Ini
• Ini Penyebab Angka Kematian Pasien Corona di Jepang Tergolong Rendah, Bisakah Ditiru di Indonesia?
• Mulai Buka Hari Ini! Pendaftaran Kartu Pra Kerja Gelombang II, Simak Cara Daftarnya Berikut Disini
• Siapa Sebenarnya Ibu Nunung Srimulat di Solo, Djuwarti Meninggal Dunia saat Sang Anak Rehabilitasi
Namun, negara paling tertutup di dunia yang sebelumnya tak mengakui wabah virus corona akhirnya bocorkan kasus pertama.
Sayangnya, pengumuman ini tidak dilakukan secara terang-terangan dan secara resmi.
Mengutip Daily Mail pada Minggu (19/4/20), Pihak berwenang Korea Utara mengungkapkannya pada warga dalam kuliah umum.
Mereka mengatakan ada kasus infeksi virus corona yang dikonfirmasi pada awal Maret 2020.
Berita tersebut datang setelah klaim Korea Utara belum memiliki kasus terkonfirmasi.
Artinya, bahwa Korut selama ini menyembunyikan kasus virus corona dari dunia.
Menurut Daily Mail, pada Jumat malam (17/4), Radio Free Asia melaporkan yang dikatakan dosen itu pada organisasi dan pengamat lingkungan.
Mengutip dari dua sumber, yakni Pyongyang dan Ryanggang dosen tersebut mengatakan ada kasus dalam negeri.
Namun, dia tidak menyebutkan detail serta jumlah angkanya.
Dilaporkan media RFA, para Dosen mengatakan, kasus yang terkonfirmasi di Korut berada di Provinsi Hwanghae Selatan dan Provinsi Hamgyong Utara.
Laporan tersebut menyusul klaim Kim Jong-Un yang mengatakan tidak ada kasus terkonfirmasi di Korea Utara.