Virus Corona

Kapan Wabah Virus Corona di Seluruh Dunia Berakhir? Begini Jawaban Mengejutkan Ahli

Penyakit virus corona baru atau yang disebut SARS-CoV-2 kini menyebar ke ratusan negara di dunia, jumlah korban pun terus bertambah.

Editor: Heri Prihartono
STR/AFP/China OUT
Seorang paramedis laboratorium menguji sampel virus di Laboratorium Hengyang, Provinsi Henan pusat Kota Cina. Rabu (19/02/2020). 

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah social distancing.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) mendefinisikan jarak sosial atau social distancing sebagai tetap di luar perkumpulan, menghindari pertemuan massal, dan menjaga jarak dari orang lain jika memungkinkan.

Rumus yang dipakai adalah 2 meter. Anda menjaga jarak dengan orang lain sejauh 2 meter.

CDC menyarankan untuk tidak menggunakan transportasi umum, taksi, atau tumpangan kendaraan orang lain selama Anda melakukan social distancing.

Social distancing perlu dilakukan agar kota tempat Anda berada tidak perlu dilockdown.

Dokter Panji Hadisoemarto, M.P.H mengatakan social distancing perlu segera diterapkan.

"Saya tidak bisa menjawab dengan pasti (kapan harus dilakukan social distancing), tapi satu jawaban tentatif yang selalu saya berikan adalah 'The sooner the better' (semakin cepat semakin baik)," ujarnya, seperti yang dikutip dari Kompas.com.

Dokter lulusan Harvard T.H.Chan School of Public Health dan Dosen Departemen Kesehatan Publik dari Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran itu mengatakan saat ini belum ada informasi detail mengenai keganasan virus corona di Indonesia.

Bentuk virus Corona di mikroskop (Sumber: NIAID-RML)
Bentuk virus Corona di mikroskop (Sumber: NIAID-RML) (Sumber: NIAID-RML)

Namun, bisa jadi kondisinya tidak jauh berbeda dengan negara yang sudah terjangkit.

"Ini masa yang penuh ketidakpastian. Kita tidak punya data, sebuas apa virus ini di indonesia. Tapi kalau kita lihat apa yang sudah terjadi di negara-negara lain, China, Italia, Jerman dan negara-negara lain; kita bisa cukup percaya diri menyimpulkan (bahwa) Indonesia tidak akan terlalu berbeda," imbuhnya lagi.

Dikatakan Panji, social distancing sendiri memiliki skala yang luas.

Social distancing bisa dilakukan secara pribadi dengan menghindari keramaian atau orang yang sedang sakit, atau dilakukan oleh pemerintah dan otoritas dengan memberlakukan kebijakan untuk tidak ke kantor dan berkerumun.

Sependapat dengan Panji, Dokter Nafsiah Mboi SpA, MPH yang juga alumni dari Harvard T.H. Chan School of Public Health dan mantan Menteri Kesehatan Republik Indonesia berkata bahwa social distancing dan larangan perjalanan (travel ban) sebaiknya dilakukan secepatnya tanpa menunggu data.

Tanda awal terpapar Virus Corona atau Covid-19
Tanda awal terpapar Virus Corona atau Covid-19 (Pixabay)

Hal-hal ini, ujar Nafsiah, bisa dilakukan secara prioritas, misalnya dengan melakukan lebih banyak screening untuk pengunjung dari daerah yang epidemik virua corona.

Nafsiah menggarisbawahi bahwa social distancing juga harus dilakukan dengan melibatkan pemerintah daerah, mulai dari dinas kesehatan setempat hingga puskesmas.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved