Virus Corona
Kapan Wabah Virus Corona di Seluruh Dunia Berakhir? Begini Jawaban Mengejutkan Ahli
Penyakit virus corona baru atau yang disebut SARS-CoV-2 kini menyebar ke ratusan negara di dunia, jumlah korban pun terus bertambah.
TRIBUNJAMBI.COM - Penyakit virus corona baru atau yang disebut SARS-CoV-2 kini menyebar ke ratusan negara di dunia, jumlah korban pun terus bertambah.
Virus yang pertama kali mewabah di Wuhan, Cina pada akhir 2019 itu menyebabkan penyakit yang dikenal dengan istilah Covid-19.
Virus corona sudah menjangkit manusia di beberapa negara di seluruh Dunia.
• Masih Ingatkah Dengan Tegar Pengamen Cilik Fenomenal?Kini Bawa Kabar Bahagia Bersama Pujaan Hati
Penderita virus corona akan mengalami gejala batuk, demam, dan sesak napas. Beberapa kasus melaporkan penderita juga mengalami diare.
• Hangatkan Diri dengan Minuman Rempah GWS di Gena Ngopi
Tak hanya menganggu kesehatan, virus corona juga membuat aktivitas tidak berjalan semestinya.
Masyarakat diminta untuk menjaga jarak antar sesama minimal 2 meter. Penularan virus corona cukup tinggi sehingga menjaga jarak perlu dilakukan.
Pertemuan yang melibatkan banyak orang seperti konferensi, konser dan lainnya ditunda ataupun dibatalkan.
Sekolah diliburkan. Masyarakat diminta berdiam diri di rumah bila tidak ada keperluan penting untuk berpergian.
Keadaan tersebut tentu menyusahkan banyak orang. Pertanyaan pun muncul.
• VIDEO: Pemerintah China Tuding Covid 19 yang Menyerang Negaranya Datang dari Indonesia
Kapan wabah virus corona berhenti?
Para ahli mengatakan kemungkinannya kasus penyakit ini akan mulai berkurang ketika sudah cukup banyak orang memiliki kekebalan terhadap virus corona.
Orang yang telah dinyatakan sembuh dari virus corona kemungkinan sudah memiliki kekebalan tubuh sehingga tidak mudah kembali terinfeksi.

Kekebalan tubuh terhadap virus corona juga dapat terjadi setelah dilakukann vaksinasi.
Namun, hingga kini vaksin virus corona belum ditemukan.
Aubree Gordon, profesor epidemiologi di University of Michigan, dikutip dari artikel livescience yang ditulis pada Februari 2020, mengatakan penyebaran virus corona begitu mudah.