Lapas Muara Bulian Over Kapasitas, Jumlah Tahanan Narkotika Mendominasi

Lapas Klas IIB Muara Bulian sampai saat ini masih over kapasitas. Kondisi ini membuat para warga binaan terpaksa tidur berdesakan

Tribun Jambi/Abdullah Usman
Suasana Lapas Klas IIB Muara Bulian. 

Lapas Muara Bulian Over Kapasitas, Jumlah Tahanan Narkotika Mendominasi

TRIBUNJAMBI.COM, MUARABULIAN - Lapas Klas IIB Muara Bulian sampai saat ini masih over kapasitas.

Kondisi ini membuat para warga binaan terpaksa tidur berdesakan di beberapa sel blok yang ada di sana.

Dari data Lapas Muara Bulian saat ini, penghuni lapas mencapai 323 orang yang tergabung dari narapidana dan tahanan dari berbagai kasus. Namun didominasi oleh kasus narkotika.

Dari jumlah itu, Lapas Muara Bulian seharusnya hanya mampu menampung 153 orang saja.

Sampai sekarang bangunan gedung lapas masih menggunakan gedung yang lama.

Pihak lapas mengakui hingga kini belum ada kabar bakal rehab gedung tersebut.

Pemprov Jambi Tunggu Surat Resmi KASN Terkait Pengangkatan Kembali 6 Pejabat yang Dicopot

Pemprov Jambi Gandeng Perusahaan untuk Revitalisasi Kebun Binatang Taman Rimba

Investasi Bodong di Jambi, Pelaku Catut Perusahaan Susu Perah untuk Gait Investor

Kalapas Klas IIB Muara Bulian, Dwi Santosa mengatakan, pihaknya sudah pernah mengajukan rehab gedung ke Kementerian Hukum dan HAM. Namun hingga kini belum ada kabar terkait hal tersebut.

"Hingga kini belum ada kabar terkait rehab gedung lapas. Over kapasitas membuat para penghuni lapas terpaksa tidur berdesak-desakan. Semoga saja kedepan ada kabar baik gedung direhab. Jika direhab, pastinya ruang lebih luas dan nyaman," katanya, Kamis (5/3).

Ia menambahkan, untuk warga binaan yang dipenuhi oleh kasus narkotika, harusnya para pelaku seperti pengedar dan bandar saja yang ditahan di lapas.

Namun, saat ini yang ikut dimasukan ke lapas yakni pemakai narkoba juga yang seharusnya direhabilitasi.

“Meningkatnya angka penghuni lapas saat ini karena banyaknya kasus narkoba yang masuk. Mungkin jika dipilah pelaku dan pemakai, tidak over kapasitas. Namun yang terjadi saat ini pemakai narkoba tidak direhab, meraka juga menjadi penghuni lapas menjelang hukuman selesai," ungkap Dwi. (*)

Penulis: Rian Aidilfi Afriandi
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved