Ini Tanggapan Kejati Jambi Soal Laporan Orang Tua Korban Pencabulan ke Komisi Kejaksaan

Ambok Lang, terdakwa kasus pencabulan enam orang anak di bawah umur divonis benas oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Jambi pada Januari 2020 lalu.

tribunjambi/Dedy Nurdin
Fajar Rudi (tengah), Asisten Pidana Umum Kejati Jambi saat memberikan tanggapan mengenai vonis bebas Ambok Lang terdakwa kasus pencabulan enam anak dibawah umur yang divonsi bebas oleh majelis hakim di Pengadilan Negeri Jambi. Keterangan disampaikan di gedung Kejati Jambi pada Senin (2/3/2020). 

Ini Tanggapan Kejati Jambi Soal Laporan Orang Tua Korban Pencabulan ke Komisi Kejaksaan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Tak terima vonis bebas terhadap Ambok Lang, pelaku pencabulan di Jambi sejumlah orang tua korban ternyata menyampaikan laporan ke pihak komisi kejaksaan.

Pelaporan itu dikarenakan karena para orang tua korban menilai pihak jaksa Kejati Jambi tak serius menangani perkara itu. Adanya laporan ini juga dibenarkan oleh pihak Kejadi Jambi saat menggelar press release pada Senin (2/3/2020).

Menyikapi laporan itu Fajar Rudi, Asisten Pidana Umum Kejati Jambi berpendapat bahwa sangat tidak tepat jika tim Jaksa disebut tak serius. Apa lagi sejauh ini pihaknya juga langsung menyatakan kasasi setelah majelis hakim menyatakan vonis bebas terhadap AL.

Fajar mengatakan, memori kasasi sudah disampaikan sebelum 14 hari masa pikir-pikir yang berikan Pengadilan Negeri Jambi.

Tendrisyah Sampaikan Keberatan Pada Sidang Korupsi Pembangunan Asrama Haji

Terpilih Jadi Ketua Golkar Jambi, Cek Endra Diberi Waktu Seminggu

KPU Tanjabtim Lakukan Verifikasi Dukungan Romi-Robby

"Memori sudah kita serahkan ke Pengadilan Negeri Jambi dan mungkin saat ini sudah di Mahkama Agung, mohon doanya agar kami bisa menang dalam perkara ini," katanya.

Ada beberapa poin yang disampaikan dalam memori kasasi, termasuk rekaman persidangan baik tanya jawab jaksa dengan saksi korban anak dan hakim dengan saksi korban anak lampirkan ke Kejaksaan Agung bahwa telah terjadi perbuatan cabul.

Ia mengatakan dalam putusan majelis hakim membenarkan adanya tindak pencabulan. Namun terkait tindak kekerasan tidak dapat dibuktikan sebagai mana dalam pasal 82 Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang perlindungan anak.

"Menurut hakim Pasal 82 itu, tidak terbukti," katanya.

"Pertimbangan majelis hakim. Berdasarkan keterangan saksi enam orang anak bahwa tidak ada terdakwa melakukan kekerasan ataupun ancaman kekerasan terhadap saksi," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved