Breaking News:

Gedung Putih AS Curigai China Tak Jujur Soal Jumlah Penderita Virus Corona, Sebut "Sangat Kecewa"

Coronavirus yang muncul dari provinsi Hubei China lebih dari sebulan yang lalu dan telah menyebar ke dua lusin negara. Gedung Putih tuduh China.

Daily Mail
Pasien virus corona dibantu turun dar ambulans di Wuhan, China. Gedung Putih AS Curigai China Tak Jujur Soal Jumlah Penderita Virus Corona, Sebut "Sangat Kecewa" 

Gedung Putih AS Curigai China Tak Jujur Soal Jumlah Penderita Virus Corona, Sebut "Sangat Kecewa"

TRIBUNJAMBI.COM-Coronavirus yang muncul dari provinsi Hubei China lebih dari sebulan yang lalu dan telah menyebar ke dua lusin negara.

Wabah ini sudah memicu ketidakpercayaan dari pemerintah AS tentang apakah China dapat memberikan informasi yang akurat tentang skala epidemi sebenarnya.

Gedung Putih mengatakan pekan ini bahwa pihaknya "tidak memiliki kepercayaan yang tinggi terhadap informasi yang keluar dari China" mengenai jumlah kasus virus corona, kata seorang pejabat senior administrasi kepada CNBC.

Sementara itu, Cina dilaporkan enggan menerima bantuan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

6 Hal Inilah yang Bikin Kamu Gagal Diet, Ternyata Tak Banyak Diketahui!

Caroline Flack Ditemukan Bunuh Diri, Diduga Kasus Menyerang Pacar Jadi Pemicu

Australia Kaji Kenapa Indonesia Masih Nol Kasus Coronavirus, Soroti Kebiasaan Warganya

Selain itu China juga dilaporkan menahan informasi dari para ilmuwan yang dianggapnya mengkhawatirkan.

Ketidakpercayaan pejabat AS terhadap China terjadi sejak tahun 1950-an.

Data wabah SARS 2003, yang membuat 8.098 orang sakit dan menewaskan sekitar 800 selama sembilan bulan, dan perbedaan dalam pelaporan data ekonomi selama dua dekade terakhir hanya mengeraskan kepercayaan pemerintah AS bahwa Cina tidak bisa dipercaya, kata para pakar.

Penasihat Gedung Putih Peter Navarro bahkan menyebut Cina sebagai "inkubator penyakit."

Sejak muncul dari kota Wuhan, virus baru ini telah menyebar dari sekitar 300 orang pada pertengahan Januari hingga lebih dari 64.000 pada hari Jumat - dengan jumlah kasus baru bertambah ribuan setiap hari.

Halaman
12
Penulis: Nani Rachmaini
Editor: Nani Rachmaini
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved