Breaking News:

Ahli Australia Ungkap Kemungkinan Alasan Mengapa Indonesia Tak Dapat Deteksi Virus Corona

Virus corona hingga Minggu (16/2/2020) pagi hari ini, telah mencapai angka baru kematian. Provinsi Hubei, China melaporkan 139 kematian baru akibat v

Editor: rida
TRIBUN BATAM/ARGIANTO DIHAN AJI NUGROHO
Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan memeriksa kondisi tubuh wisatawan asing menggunakan thermometer usai terdeteksi thermal scan mengalami peningkatan suhu badan di Pelabuhan Internasional Batam Center, Batam, Selasa (28/1). Meningkatnya warga negara china yang terdeteksi virus corona di Singapura membuat pengawasan terhadap lalulintas warga negara asing maupun WNI diperketat untuk mencegah masuknya virus corona ke Indonesia. (TRIBUN BATAM/Argianto Dihan Aji Nugroho) 

TRIBUNJAMBI.COM- Virus corona hingga Minggu (16/2/2020) pagi hari ini, telah mencapai angka baru kematian.

Provinsi Hubei, China melaporkan 139 kematian baru akibat virus corona.

Selain itu, terdapat juga kasus baru yang telah dikonfirmasi sebanyak 1.843 kasus, dengan 1.548 kasus di Ibu Kota Wuhan.

Virus yang pertama kali muncul di Wuhan, China ini telah menyebar ke berbagai negara.

Hari Ini Ada 3,2 Ton Bawang Putih Murah untuk Warga, OP Satgas Pangan Provinsi Jambi

PEDANGDUT Iis Dahlia Bongkar Rahasianya Tetap Hot di Ranjang, Andhika Tutupi Wajah Pakai Tangan

BREAKING NEWS: Kawanan Beruang Masuk ke Pemukiman, Warga Durian Betakuk Resah

Bahkan negara tetangga Indonesia seperti Australia, Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand dan Kamboja telah dikepung virus mematikan ini.

Namun yang menariknya, Indonesia justru menyatakan jika belum adanya kasus terkait virus corona.

Hal ini tentu menuai perhatian banyak pihak, seperti peneliti dari Harvard serta Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Setelah kekhawatiran dari WHO, kali ini ahli kesehatan asal Australia ikut mempertanyakan klaim Indonesia terkait tidak adanya warga negara Indonesia yang terinfeksi virus corona.

Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020).
Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) asal Wuhan, Hubei, China beraktivitas di depan Hanggar Pangkalan Udara Raden Sadjad, Ranai, Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (4/2/2020). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Melansir dari SBS, ahli penyakit menular dari Australia National University (ANU) Profesor Sanjaya Senanayake mengatakan jika Indonesia kemungkinan sudah tercemar virus corona namun tidak terdeteksi.

Terlebih kebiasaan orang Indonesia yang lebih memilih berdiam di rumah ketika sakit daripada harus ke rumah sakit.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved