Berita Nasional
Nyali Besar Intel Kopassus, Meski Ditampar Rekan Sendiri hingga Kuat Bertahan Diserbu Peluru Teman
Nyali Besar Intel Kopassus, Meski Ditampar Rekan Sendiri hingga Kuat Bertahan Diserbu Peluru Teman
Nyali Besar Intel Kopassus, Meski Ditampar Rekan Sendiri hingga Kuat Bertahan Diserbu Peluru Teman
TRIBUNJAMBI.COM - Kisah ini nyata dan penuh tantangan bagi seorang anggota Kopassus dalam jalani misi perburuan musuh.
Kala itu Indonesia sedang genting di bagian wilayah baratnya, tepatnya di Aceh. Pasalnya kelompok separatis bersenjata yang dikenal Gerakan Aceh Merdeka (GAM) membuat resah.
Mereka melakukan penculikan, penyanderaan hingga sering berperang dari jarak dekat dengan pasukan TNI.
Catatan gemilang Kopassus Indonesia pun dicetak di misi perburuan gembong GAM. Dari situ sudah tak perlu diragukan lagi kehebatan Kopassus.
Kisah-kisah menarik pasukan elit Indonesia ini memang tak sedikit yang luput dari perhatian publik.
• Cerita Viral Pak Bagyo Tukang Bakso Diduga Intel untuk Ungkap Kasus di Pasar Katangturi.
• Beratnya Tugas Intel, Siang Jualan Bakso kalau Malam Jual Sekoteng, Kadang Jadi Hansip
• Intel Ngaku Mau Mancing di Sungai Tapi Tak Bawa Pancing, Lurah Pelalawan Baru Tahu Belakangan
• Mantan Kepala Intelijen TNI Analisa Virus Corona Termasuk Senjata Biologis Atau Tidak
• Intelijen Sadap Telepon di Rumah Letkol Susdaryanto, Ternyata Kerja Sama Agen Rahasia Rusia
Sebagai prajurit komando, para anggota Kopassus dibekali berbagai keahlian khusus.
Satu diantaranya adalah kisah Sersan Badri (bukan nama sebenarnya), anggota satuan intelijen Kopassus atau Sandhi Yudha.
Melansir buku Kopassus untuk Indonesia, karangan Iwan Santosa dan EA Natanegara, Sersan Badri ditugaskan untuk masuk ke lingkaran utama Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada 2003.
Sebelum ditumpas habis, GAM sempat berulah beberapa kali di Aceh.
Basis militer mereka berada di Lhokseumawe.
Sebelum memasuki GAM, selama satu tahun, Sersan Badri memetakan situasi lapangan Aceh terlebih dahulu.

Bukan perkara yang mudah bagi Sersan Badri untuk memasuki lingkaran GAM.
Misi yang dilakukan Sersan Badri bisa dibilang misi top secret alias misi super rahasia, hanya pimpinannya saja yang mengetahui misi tersebut.
Sersan Badri memutuskan menyamar sebagai seorang pedagang buah durian.
Ia mengirim dagangannya dari Medan ke Lhokseumawe.
Ada pengalaman unik yang dialami oleh Sersan Badri.