Akibat Ijazah Palsu, Politisi Tebo Dituntut Satu Tahun dan Denda Rp 20 Juta

Politisi yang menjadi terdakwa perkara dugaan pemalsuan dokumen, Jumawarzi akhirnya mendengarkan tuntutan dari JPU Kejaksaan Negeri Tebo.

Tribunjambi/Mareza
Kasus Dugaan Pemalsuan Gelar, Polisi Pertimbangkan Pencekalan Tersangka Jumawarzi 

Akibat Ijazah Palsu, Politisi Tebo Dituntut Satu Tahun dan Denda Rp 20 Juta

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA TEBO - Politisi yang menjadi terdakwa perkara dugaan pemalsuan dokumen, Jumawarzi akhirnya mendengarkan tuntutan dari JPU Kejaksaan Negeri Tebo, Yoyok Adi Saputra pada Senin (3/2/2020) lalu. Hal itu diketahui dari penelusuran Tribunjambi.com di sistem informasi penelusuran perkara (SIPP) Pengadilan Negeri Tebo, Rabu (5/2/2020).

Dalam sidang yang dipimpin hakim ketua Armansyah Siregar itu, jaksa menuntut Jumawarzi dengan pidana penjara selama satu tahun dan denda Rp 20 juta dengan subsider satu bulan kurungan.

Jaksa berpendapat, Jumawarzi telah terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana sebagai perseorangan yang tanpa hak menggunakan gelar akademik, gelar vokasi, dan/atau gelar profesi.

"Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 93 jo pasal 28 ayat (7) Undang-undang RI nomor 12 tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dalam dakwaan kesatu," demikian tertulis dalam tuntutan.

Kasus Penganiayaan Bayi di Tebo, Polisi Observasi Kejiwaan Pelaku

Beras 5 Ton Belum Disalurkan Pada Korban Banjir di Limun, Ini Alasan Dinsos Sarolangun

Tiga Warga Tanjab Barat Tewas, Toyota Innova Tabrakan dengan Truk Sawit di Sekernan

Selain itu, barang bukti berupa dokumen ijazah, transkrip akademik, kartu mahasiswa, KK, KTP, SIM, dan skripsi berjudul “Status Hukum Anak Hasil Perkawinan Campuran Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan RI" tetap terlampir dalam berkas perkara. Akta kelahiran milik terdakwa Jumawarzi dikembalikan kepada terdakwa.

Jaksa juga menuntut agar formulir Model BB.1-DPRD Kabupaten, tanggal 14 Juli 2018 dikembalikan kepada Rinaldi Zainun sebagai Komisioner KPU Kabupaten Tebo.

Dalam sidang yang akan datang, majelis hakim akan mempersilakan terdakwa untuk menyampaikan pledoi.
Untuk diketahui, Jumawarzi diduga menggunakan gelar akademik Sarjana Hukum (SH) palsu. Gelar tersebut juga tertera pada namanya saat Pemilu 2019 lalu, saat dia mencalonkan diri sebagai anggota DPRD Kabupaten Tebo dari Partai Gerindra.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved