Sampai Teteskan Air Mata, Alicia Keys & Boyz II Men Persembahkan Lagu untuk Kobe Bryant, Penuh Haru
Grammy Awards ke-62 memberikan penghormatan kepada legenda bola basket dengan cara yang mengejutkan.
Sampai Teteskan Air Mata, Alicia Keys dan Boyz II Men Persembahkan Lagu untuk Kobe Bryant, Penuh Haru
TRIBUNJAMBI.COM - Menyusul kematian Kobe Bryant dan putrinya Gianna pada hari Minggu waktu Amerika Serikat, Grammy Awards ke-62 memberikan penghormatan kepada legenda bola basket dengan cara yang mengejutkan.
Setelah penampilan pembukaan dari Lizzo, pembawa acara Alicia Keys naik ke panggung untuk mengatasi kerugian, mengakui dampak yang dialami Kobe Bryant pada dunia dan bangunan tempat Grammy diadakan pada Minggu malam, Staples Center.
• Gegara Galian C Warga Siulak Deras Cemas, Banjir Bandang Kerap Menerjang Tiba-tiba
• Darurat Virus Corona, China Bangun Rumah Sakit dengan 1000 Tempat Tidur dalam Waktu 10 Hari

"Kita semua merasakan kesedihan yang mendalam. Sekarang karena sebelumnya hari ini, Los Angeles, Amerika, dan seluruh dunia kehilangan pahlawan," kata Keys.
Bryant bermain untuk Los Angeles Lakers selama 20 tahun dan membawa lima kejuaraan ke kota di Staples Center.
"Saat ini, Kobe dan putrinya Gianna dan semua yang telah hilang secara tragis hari ini ada dalam semangat kami, dalam hati kami, dalam doa kami, mereka ada di gedung ini dan saya ingin meminta semua orang untuk mengambil waktu sejenak dan tahan saja mereka di dalam diri Anda dan bagikan kekuatan kami dan dukungan kami dengan keluarga mereka," imbuh Keys.
Alicia Keys dan Boyz II Men kemudian membawakan lagu capella yang memilukan, "So So Hard to Say Goodbye."

Selama lagu, kamera hanya mengarah pada foto Kobe Bryant yang terpampang di langit-langit Staples Center.
Legenda basket dunia dan mantan pamain NBA itu meninggal dunia di usia 41 tahun dikarenakan kecelakaan helikopter pada Minggu (26/1/2020) waktu Amerika Serikat.
Dikutip dari lamana New York Post, Kobe bersama putrinya saat itu sedang berada di antara rombongan yang sedang berpergian dengan helikopter pribadi.
Namun nahas menimpa mereka saat berada di atas Calabasas, helikopter yang ditumpangi Kobe mengalami kebakaran.
Kemudian, helikopter terlihat berputar-putar dari langit menuju daratan.
• Kasus Romahurmuziy Ternyata Lanjut Banding, Ini Penyebab KPK Tak Berhenti
Hidup Kobe Bryant seperti melompat dinding tinggi, dari sekolah menengah menjadi pemain basket yang namanya harum hingga akhir hayat.
20 tahun bersama Los Angeles Lakers membuat Bryant adalah sebuah bukti nyata loyalitas yang hadir di lapangan basket.
Ia adalah seorang legenda, pemain hebat dalam sejarah bola basket dunia. Sederet prestasi telah ia dapatkan. Namun tak sekalipun ia sombong.
