Laut Natuna

Terungkap Alasan Banyak Negara Berebut Masuk Laut Natuna! Ada Harta Karun Tersembunyi?

Peristiwa pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Natuna akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

Terungkap Alasan Banyak Negara Berebut Masuk Laut Natuna! Ada Harta Karun Tersembunyi?
HANDOUT
VIDEO : Konflik di Laut Natuna, TNI Kerahkan 600 Personel untuk Jaga Wilayah ZEE Indonesia 

 TRIBUNJAMBI.COM - Peristiwa pencurian ikan oleh kapal asing di perairan Natuna akhir-akhir ini menjadi sorotan publik.

Apa sebenarnya yang menjadi alasan negara lain masuk Laut Natuna, benarkah karena kekayaan yang melimpah?

 

Ilustrasi. Kapal China - Vietnam masuk Natuna, TNI kini siaga dan deretan alat tempur dikerahkan.
Ilustrasi. Kapal China - Vietnam masuk Natuna, TNI kini siaga dan deretan alat tempur dikerahkan. (PUSPEN TNI)

Hingga akhirnya pun, China bahkan mengklaim perairan Natuna sebagai miliknya.

Dilansir dari Tribun Kaltim, dasar yang dipakai China untuk mengklaim Perairan Natuna yang masuk wilayah Laut Cina Selatan adalah sembilan garis putus atau nine dash line.

Nine dash line merupakan garis yang dibuat sepihak oleh China tanpa melalui konvensi hukum laut di bawah PBB atau United Nations Convention on the Law of the Sea (UNCLOS).

Sementara itu, Pemerintah Indoensia menegaskan, tidak akan pernah mengakui nine dash atau sembilan garis putus-putus yang diklaim oleh China.

Maraknya kapal asing yang beraktivitas di Natuna tidak lepas dari potensi yang terkandung di Perairan Natuna tersebut.

Berikut adalah potensi yang dimiliki Perairan Natuna:

Korupsi Revitalisasi Asrama Haji Jambi, Irvandi: Kemenag Tagih Bambang Rp7,3 Miliar

1. Sektor Perikanan

Wilayah Natuna yang sering jadi sengketa
Wilayah Natuna yang sering jadi sengketa (kontan/shutterstock)

Dikutip dari kkp.go.id, potensi sumber daya ikan Laut Natuna adalah sebesar 504.212,85 ton per tahun, atau sekira hampir 50 persen dari potensi WPP 711.

Jumlah tersebut berdasarkan studi identifikasi potensi sumber daya kelautan da perikanan Provinsi Kepulauan Riau yang dilakukan oleh KKP pada tahun 2011.

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved