Rutin Buat Lomba Burung Merpati, Jambi Jadi Barometer Nasional

Memiliki hobi memelihara burung merpati ternyata bukan hanya sekedar memajangnya dalam sangkar saja.

Rutin Buat Lomba Burung Merpati, Jambi Jadi Barometer Nasional
Tribunjambi/Nurlailis
komunitas Handi Nusantara Club (HNC). 

Rutin Buat Lomba Burung Merpati, Jambi Jadi Barometer Nasional

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI -Memiliki hobi memelihara burung merpati ternyata bukan hanya sekedar memajangnya dalam sangkar saja. Biasanya orang yang hobi pada burung merpati ini lebih suka mengikuti kontes untuk melihat kemampuan peliharaannya.

Para pecinta burung merapi di Jambi terkumpul dalam komunitas Handi Nusantara Club (HNC). Ketua komunitas, Alink mengatakan kegiatan rutin yang sering dilakukan adalah mengadakan kontes atau perlombaan, silaturahmi ke kota lain, juga kegiatan sosial.

“Lomba biasanya diadakan 2 minggu sekali. Untuk Jambi evennya sudah diakui di nasional. Sejauh ini sudah ada 4 kali even besar dengan hadiah tertinggi mencapai Rp120 juta,” ungkapnya, (21/12).

Menurutnya lomba ini sebenarnya ajang silaturahmi, peserta bisa dari Palembang, Jakarta, Banten, Lampung. Bahkan Jambi jadi barometer kota lain untuk jadwal lomba.

Kenalan dengan Handi Nusantara Club (HNS), Komunitas Pecinta Burung Merpati di Jambi

Terekam CCTV Berbuat Mesum di Masjid di Probolinggo, Begini Nasib 2 Pelajar Asal Lumajang Ini!

BREAKING NEWS Kapolda Jambi Langsung Naik Helikopter ke Tebo, Bripda Saud Ditusuk Berkali-kali

Polisi Dua Kali Tabrakkan Mobil ke Honda City Felix, Aksi Penerobos Barikade Razia Berakhir

Lomba merpati ini tidak ada kategori. Penilaian berdasarkan kecepatan dan ketangkasan. Dalam satu sesi dua merpati dua merpati yang diadu. Ketangkasan dilihat dari merpati yang harus melewati kolong, kemudian kecepatan dinilai seberapa cepat merpati sampai.

Sebelum lomba, ada dinamakan grand opening menuju lomba utamanya. Ini bertujuan untuk melatih merpati yang dari luar daerah bisa lebih mapan. Biasanya dilakukan selama 2 minggu.

Menurutnya tiap lomba pemenang bisa berbeda orang. Namun tiap kita ikut even nasional Jambi tidak pernah direbut gelar juaranya oleh kota lain.

“Efek dari lomba ini bisa jadi pendapatan daerah juga. Tamu dari luar kota akan menginap di hotel. Peserta lomba untuk standar bisa 200an orang, terakhir mencapai 659 orang,” ujarnya.

Kegiatan latihan harian juga terus ada. Mau ada atau tidak even lomba kegiatan latihan tetap berjalan. Arena merpati ini berlokasi di daerah Handil. Untuk lapak di Jambi sendiri ada enam lapak.

Mengenai standar arena itu tidak menentu ditiap daerah, yang jelas kolongan atas dan bawah itu standar nasional. Sedangkan untuk luas itu tidak ditentukan. Untuk perawatan merpati selain jamu intinya adalah latihan. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved