Jumat, 24 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Deretan Keindahan Negeri Sekepal Tanah Surga Kerinci

Ada yang mengenalnya dengan sebutan Bumi Sakti Alam Kerinci. Banyak juga orang yang mengenal Kerinci dengan sebutan Negeri Sekepal Tanah Surga.

Penulis: Fitri Amalia | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Fitri Amalia
Keindahan alam Gunung Kerinci. 

Deretan Keindahan Negeri Sekepal Tanah Surga Kerinci

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Ada yang mengenalnya dengan sebutan Bumi Sakti Alam Kerinci. Banyak juga orang yang mengenal Kerinci dengan sebutan Negeri Sekepal Tanah Surga.

Bagi yang pernah singgah pastinya setuju, semua julukan tersebut tepat untuk daerah Kerinci yang memiliki keelokan alam dan adat budaya yang masih terjaga.

Sebut saja Gunung Kerinci yang memiliki ketinggian 3.805 mdpl, personanya menarik para pendaki gunung untuk menaklukkan puncaknya. Gunung berapi tertinggi di Indonesia ini dikelilingi hutan lebat Taman Nasional Kerinci Seblat dan merupakan habitat harimau Sumatera dan badak Sumatera.

Air Terjun Telun Berasap yang berlokasi di Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi. Air terjun  dengan latar hijau pepohonan dan deras air menghantam bebatuan membuat kabut air.

HIV/AIDS Bisa Serang Siapa Saja, Tapi Kelompok Ini Paling Rentan

Toko Kelontong Go Digital, Road To Festival Sampoerna Retail Community

Jambi Masuk Jalur Transit Kejahatan Perdagangan Orang di Indonesia

Satu Orang Meninggal Disengat Tawon, Petani Kerinci Ketakutan Tak Berani ke Kebun

Saat turun menuju pondok yang disediakan untuk melihat air terjun, Anda juga akan dimanjakan dengan pemandangan pohon-pohon yang ada sekitar. Jika ingin melihat pelangi di kawasan air terjun ini, Anda harus datang saat hari sedang cerah.

Lalu kawasan indah yang dikenal dengan Amazonnya Kerinci, Rawa Bento. Keindahannya yang serupa dengan sungai Amazon wajib masuk ke daftar kunjungan Anda saat berlibur ke Kayu Aro, Kerinci. Untuk menyusuri Rawa Bento, Anda dapat menyewa perahu yang ada di Dermaga Rawa Bento.

Tidak hanya elok alamnya yang menonjol, hasil pertanian dan perkebunan yang subur makin menambah pesonanya. Kebun teh di Kayu Aro yang menghasilkan teh berkualitas, kayu manis terbaik yang dihasilkan dan telah di ekspor ke berbagai negara, tebu unggul lokal, dan kopi Arabikanya yang saat ini tengah ramai diperbincangkan.

Ya, saat ini Arabika asal Kerinci tengah booming di kalangan pecinta kopi. Rasanya yang khas membuat pembeli dari luar rela mengantri untuk mendapatkan biji kopi ini.

Triyono, Ketua Koperasi Koerintji Barokah Bersama, satu di antara petani kopi yang turut terlibat mengenalkan kopi Arabika Kerinci hingga dapat dikenal saat ini. Koperasi Koerintji Barokah Bersama berlokasi di Desa Jernih Jaya, Kecamatan Gunung Tujuh, Kabupaten Kerinci.

Tahun ini merupakan tahun ketiga koperasi ini beroperasi. Produksi biji kopi hijau Koerintji Barokah Bersama saat ini dapat mencapai 6-7 ton perbulan. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Kabupaten, Bank Indonesia, Rikolto/ LSM dan komunitas masyarakat turut berperan dalam peningkatan potensi kopi Arabika, Kerinci.

"Saat ini luas lahan kita 140 hektar, kalo dulu 2018 awal mula kita ada 110 petani, sekarang ada 270 petani dengan delapan kelompok petani," ujarnya.

Triyono mengatakan, pemasaran spesiati arabika Kerinci tidak hanya sebatas di Indonesia. Belgia, Amerika, California dan Australia, menjadi negara tujuan ekspor kopi Arabika Kerinci.

Dinas Kesehatan Catat Penderita HIV/AIDS di Sarolangun Meningkat

Oknum Wartawan di Jambi Nyambi Jadi Bandar Narkoba, Polisi Temukan Barang Ini Saat Penangkapan

Bawa Ganja 74 Kg, Mansur Menangis Dituntut 20 Tahun Penjara

"Kalo di Indonesia ada ke Jakarta, Surabaya, Bali, Yogyakarta dan di Jambi ada tiga coffee shop yang menggunakan kopi dari Koerintji Barokah Bersama," katanya.

Sederet penghargaan telah didapat kopi Arabika Kerinci yang diolah Koerintji Barokah Bersama. Di antaranya Silver medali dari Australia, Paris memberikan penghargaan Bronze Gourmet dan meraih juara di berbagai kompetisi.

"Kita juga sudah dapat Sertifikasi Indikasi Geografis, ini menjadi pengakuan bahwa kopi Kerinci berbeda dengan kopi kopi yang lain," tuturnya.

Tidak hanya menghasilkan biji kopi siap ekspor, di Koperasi Koerintji Barokah Bersama juga dapat melakukan pengemasan. Saat ini koperasi ini juga telah memiliki izin ekspor sendiri.

"Koperasi sudah memiliki izin ekspor, eksportir terdaftar kopi sudah kita kantongi dan harapan kita kedepan bisa ekspor sendiri, dan saat ini kita lakukan assessment dengan Provinsi apa pelabuhan Talang Duku ada gudang layak untuk kopi, karena kopi cukup sensitif," jelasnya.

Kantor perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Jambi terus mendorong potensi wilayah Jambi untuk mengembangkan komoditi unggulannya. Bersama Pemerintah, BI dan pihak yang turut mendukung potensi unggulan Jambi bersinergi mendukung pengembangan kopi Arabika Kerinci. Bank Indonesia tahun lalu telah menyalurkan 9 unit kubah jemur kopi dan satu unit Wethuller untuk meningkatkan kapasitas produksi kopi Arabika Kerinci.

Didit Asisten Manager Fungsi Koordinasi & Komunikasi Kebijakan KPwBI Jambi mengatakan, Bank Indonesia sendiri mulai membina petani kopi di akhir tahun 2017. BI menilai kopi adalah salah satu komoditas unggulan dan potensial ekspor di Provinsi Jambi. Diharapkan dengan meningkatkan kinerja ekspor komoditas unggulan kopi, ekspor Provinsi Jambi lebih besar daripada impor sehingga transaksi berjalan lebih sehat.

"Target kedepan kita terus mendukung peningkatan kapasitas produksi karena permintaan ekspor dari koperasi Koerintji Barokah Bersama sangat tinggi, bahkan mereka belum sanggup menerima permintaan melebihi dari kemampuan koperasi, diharapkan ke depan semakin meningkat kapasitas produksinya sehingga dapat memenuhi permintaan baik dalam negeri maupun dari luar negeri," pungkasnya.
 

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved