Penjaga Situs di Tanjabtim Dikumpulkan, BPCB Berharap Tak Ada Lagi Jual Beli Peninggalan Sejarah

Lebih kurang 30 orang juru penjaga situs bersejarah di Tanjab Timur dikumpulkan oleh Bidang Kebudayaan Disbudparpora untuk diberikan sosialisasi dan p

Penjaga Situs di Tanjabtim Dikumpulkan, BPCB Berharap Tak Ada Lagi Jual Beli Peninggalan Sejarah
Tribunjambi/Abdullah Usman
Lebih kurang 30 orang juru penjaga situs bersejarah di Tanjab Timur dikumpulkan oleh Bidang Kebudayaan Disbudparpora, untuk diberikan sosialisasi dan pemahaman. 

Penjaga Situs di Tanjabtim Dikumpulkan, BPCB Berharap Tak Ada Lagi Jual Beli Situs Peninggalan Sejarah

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA SABAK  - Lebih kurang 30 orang juru penjaga situs bersejarah di Tanjab Timur dikumpulkan oleh Bidang Kebudayaan Disbudparpora untuk diberikan sosialisasi dan pemahaman. 

Dengan keterbatasan informasi yang dimiliki penjaga situs kuno yang ada di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga Tanjabtim memberikan pemahaman tentang Cagar Budaya kepada penjaga situs, agar paham dan mengenal apa itu cagar budaya.

"Dengan memberikan informasi dan edukasi tentang Cagar Budaya, maka jika suatu saat ada yang bertanya kepada mereka tentang situs yang dijaganya, para penjaga bisa menjelaskan dan menceritakannya," kata Kabid Kebudayaan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga, Teguh.

Teguh menjelaskan, ada 21 situs kuno yang ada di Kabupaten Tanjabtim ini. Karena Tanjabtim tidak memiliki museum sejarah, maka situs itu disimpan di rumah-rumah dan dijaga oleh warga yang menemukannya.

Daftar Harga Sembako di Jambi Hari Ini 22 November 2019, Harga Cabai dan Bawang Kembali Turun

Masuki Usia ke-8, OJK Fokus Pada Kontribusi dan Inklusif Membangun Negeri

VIDEO: Belasan Gerobak dan Bangku PKL di Ancol Diangkut Satpol PP Kota Jambi, Pedagang Berlarian

"Insyaallah pada tahun 2020 mendatang, kita akan ada Tim Ahli Cagar Budaya (TACB). Dengan adanya TACB nanti, kita bisa mengukur atas ganti rugi cagar budaya yang masih berada di tangan masyarakat," jelasnya.

Teguh berharap, dengan adanya pemahaman yang diberikan tentang Cagar Budaya ini, para penjaga situs bisa mengerti terkait materi yang diberikan.

"Ya, kedepannya tidak ada lagi penemu maupun penjaga 21 situs kuno di Tanjabtim ini yang tidak mengenal apa itu Cagar Budaya," harapnya.

Sementara, Kepala Unit Dokumentasi dan Publikasi BPCB Jambi, Sri Mulyani mengatakan, setidaknya dengan diberikannya pemahaman seperti ini mengedukasikan serta menyadarkan masyarakat tentang Cagar Budaya. Karena Dia yakin bahwa para penjaga banyak yang tidak tahu apa yang dimaksud dengan Cagar Budaya. 

"Mereka harus sadar, bahwa Cagar Budaya itu sangat penting. Para penjaga harus ikut berperan aktif dalam pelestarian Cagar Budaya, dengan cara memelihara ataupun melaporkan kepada dinas terkait," jelasnya.

Cagar Budaya di Tanjabtim ini, sangat berpotensi. Sebab, Tanjabtim ini adalah bagian dari pantai timur Sumatera deretan lahan basah yang memiliki potensi peninggalan sejarah cukup besar.

Pihak WTC Akhirnya Angkat Bicara Terkait Polemik Digadaikannya Bangunan WTC

Gracia Billy Yosaphat Membrasar, Anak Penjual Kue Asal Papua yang Jadi Stafsus Presiden

Harga Saham Jatuh, Rupiah Melemah di Level Rp 14.100 per Dollar, Emas Antam Turun Rp 3.000

Selain itu, dalam kegiatan ini perlu juga kita sampaikan kepada juru kunci atau juru pelihara situs agar mengetahui dan memberi pengetahuan kepada masyarakatnya, terutama terkait benda benda yang bernilai sejarah agar dapat dijaga.

"Harapannya tidak ada lagi masyarakat yang menjual benda benda antik bersejarah, ke pihak kolektor atau sebagainya. Jika memang ingin menjual BPCB siap melakukan ganti rugi dengan besaran harga sesuai nilai sejarah temuan tersebut," pungkasnya. (usn)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved