Pelarian Jhony Indo
KISAH Perampok Kelas Kakap Dijuluki 'Robin Hood', Kabur dari Lapas Nusakambangan yang Dijaga Ketat
TRIBUNJAMBI.COM- Pada dekade akhir tahun 70-an hingga awal 80-an, namanya menjadi buah bibir. Betapa tidak, serangkaian
"Bukan saya tidak menghormati Presiden, tetapi saya sudah duluan berjanji dengan masyarakat miskin," tekannya.
Bisa berangkat haji
Di hadapan para mantan warga binaan lapas, Jhony juga membagikan hikmah dari keikhlasan.
Menurut dia, keikhlasan mengantarkan dirinya untuk mampu berangkat haji gratis ke Mekkah.
• Mengenal Varian Baru The Body Shop, Eyeshadow Palette, Matte Lip Butter, dan Eye Colour Stick
• PASANGAN Suami Istri Disangka Ayah dan Anak, Fakta Mengejutkan Terkuak Rupanya Identitas Sang Suami
"Saat itu, saya melihat sampah begitu banyak di selokan kampung saya, tak ada yang mau membersihkannya. Lalu, secara inisiatif, saya bersihkan sampah yang berbau busuk dan menumpuk itu. Secara tak sengaja, lewatlah pangeran Arab keturunan Raja Fahd. Dia turun dari mobil dan aneh melihat saya bertato membersihkan sampah," kenangnya.
Saat itu, pangeran Arab tersebut mengomentari tato yang dimilikinya dengan kata haram.
Sempat terjadi perdebatan saat itu. Namun, pasca-pertemuan itulah pangeran Arab itu menjemputnya dengan jet pribadi agar Jhony berangkat haji dengan layanan super-VVIP.
"Itu hikmah dari kerja ikhlas, buahnya nikmat saya bisa berangkat haji," tambahnya.
Sekali waktu, masih terkait soal ikhlas, dia pernah tak diberi honor saat menjadi penceramah.
Hal ini menyebabkan ia harus pulang berjalan kaki berpuluh kilometer. Untuk naik angkot pun ia tak punya uang.
Namun, beberapa waktu kemudian, ia mendapatkan tawaran dari pengusaha kaya untuk mengisi ceramah di perusahaan pengusaha tersebut dengan bayaran jutaan rupiah.
"Saat itu saya terkejut, begitu besarnya uang tersebut," ungkapnya.
Hingga kini, Jhony mengaku memiliki rumah baca di bawah Yayasan Jhon Indo Foundation yang disokong oleh Kementerian dan Dinas Sosial.
Kisah Jhon Indo tersebut merupakan motivasi bagi para mantan warga binaan lapas di Bengkulu agar mereka tetap optimistis menapaki hidup.