Pelarian Jhony Indo

KISAH Perampok Kelas Kakap Dijuluki 'Robin Hood', Kabur dari Lapas Nusakambangan yang Dijaga Ketat

TRIBUNJAMBI.COM- Pada dekade akhir tahun 70-an hingga awal 80-an, namanya menjadi buah bibir. Betapa tidak, serangkaian

Editor: ridwan
Tribun Jateng/Adi Prianggoro
Ilustrasi - Petugas Lapas Nusakambangan siap siaga menjaga lembaga permasyarakatan tersebut. 

TRIBUNJAMBI.COM- Pada dekade akhir tahun 70-an hingga awal 80-an, namanya menjadi buah bibir. Betapa tidak, serangkaian peristiwa yang dilakukannya bikin geger.

Dia menjadi momok bagi para orang kaya, juga pihak keamanan, namun justru menjadi pahlawan bagi rakyat miskin. Sehingga dirinya dijuluki sang 'robin hood'.

Maklum, dia hasil dari kejahatan yang dia lakukan tidak dinikmati sendiri, melainkan dibagikan kepada rakyat miskin.

Padahal, jika semua hasil rampokan tersebut dinikmati sendiri, jumlahnya sangatlah banyak.

Baca Juga: Remaja 19 Tahun Pemilik Pabrik Ekstasi di Aceh Terancam Hukuman Mati: Inilah Bukit Nirbaya, Lokasi Eksekusi Mati para Tahanan di Nusakambangan

Kisah fenomenal tentang pria ini kemudian bertammbah kuat setelah dirinya berhasil lolos dari Lapas Nusakambangan.

Ya, kepala gangster ini berhasil lolos dari penjara super ketat yang dikenal sebagai "Alcatraznya Indonesia" tersebut.

Siapa gerangan dirinya? Lalu bagaimana kisah pelariannya dari Nusakambangan yang sampai difilmkan tersebut?

Berikut ini kisah lengkapnya.

Baca Juga: Belajar dari Kasus Setya Novanto, KPK Dorong Napi Koruptor yang Masih 'Nakal' untuk Dikirim ke Nusakambangan, 'Agar Jera'

Dia adalah Yohanes Herbertus Eijkenboom atau populer dengan sebutan "Jhony Indo", perampok legendaris di Jakarta.

Ia bergerak bersama komplotannya yang diberi nama gangster Pachinko (Pasukan China Kota).

Mereka sempat membuat geger karena kerap melakukan aksi perampokan terhadap orang-orang kaya asing di Indonesia.

"Saat itu yang menjadi target rampok saya adalah orang-orang kaya asing di Indonesia," katanya dalam sebuah acara yang digelar Kementerian Sosial RI di Lembaga Pemasyarakatan di Bengkulu, Rabu (3/9/2014).

"Mereka juga banyak mengambil harta dari Indonesia, makanya saya rampokin dan uangnya saya bagi-bagikan ke masyarakat miskin."

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved