Pembangunan Asrama Haji Jambi Dikorupsi, Bangunan Tak Layak Sampai Tak Ada Lift Tapi Ada Pintunya

Kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengembangan Asrama Haji Jambi, rugikan negara Rp 11,7 miliar lebih.

Pembangunan Asrama Haji Jambi Dikorupsi, Bangunan Tak Layak Sampai Tak Ada Lift Tapi Ada Pintunya
Tribunjambi/Fadly
Dirkrimsus Polda Jambi menunjukkan barang bukti korupsi pembangunan Asrama Haji Jambi. 

Pembangunan Asrama Haji Jambi Dikorupsi, Bangunan Tak Layak Sampai Tak Ada Lift Tapi Ada Pintunya

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengembangan Asrama Haji Jambi, rugikan negara Rp 11,7 miliar lebih.

Hal ini diketahui dari hasil audit yang dilakukan BPKP Perwakilan Jambi. Kerugian negara tersebut ditimbulkan dari kekurangan volume pekerjaan sebesar 28,475 persen.

Kombes Pol Thein Thabero kepada wartawan di Mapolda Jambi mengatakan setelah dilakukan pengecekan ternyata bagunan tersebut hanya selesai dua lantai.

"Dari lima lantai yang direncanakan dan kondisinya pun tidak layak, seperti lift yang tidak ada, hanya pintunya saja," jelasnya.

Setelah didatangkan tim ahli dari ITB dan dilakukan pengecekan ternyata bagunan tersebut hanya 64 persen.

Pejabat Kemenag Jambi Jadi Tersangka, Pembangunan Asrama Haji Rugikan Negara Rp 11 Miliar

VIDEO: Desa Tangkit Baru Jadi Penghasil Nanas Terbesar di Jambi, Luas Kebunnya 1.000 Hektar

Pegawai Bank Klik OKE, Ternyata Salah Transfer, Rp 3,6 Miliar Masuk Rekening Lain, Nasabah Divonis

"Dan pihak Kanwil Agama Jambi telah mencairkan anggaran sebesar 92 persen kepada PT Guna karya nusantara Cabang Banten," ungkapnya.

Pengembangan Asrama Haji di mulai pada tahun 2016, dan dianggarkan untuk pemngembangan bagunan tersebut sebesar Rp 51 miliar lebih.

"Kasus ini terbongkar setelah tim mendapatkan laporan dari masyarakat, dan setelah dilakukan penyelidikan memang tidak sesuai 100 persen," jelasnya.

Dan pada akhir 2018 Ditreskrimsus Polda Jambi melakukan penyelidikan menggandeng ITB, Bareskim dan di temukan bahwa memang benar terjadi tindak pidana korupsi.

"Sehingga kami mendapatkan tujuh orang tersangka yakni Thahir Rahman, mantan Kakanwil Kemenag Jambi periode 2015-2017, yang dalam proyek tersebut bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA)," ungkapnya.

Tersangka lainnya adalah Dasman, staf Bidang Haji Kanwil Kemenag Jambi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Eko Dian Iing Solihin, kepala ULP Kanwil Kemenag Jambi selaku ketua Pokja ULP.

Kemudian Mulyadi alias Edo selaku Direktur PT Guna Karya Nusantara Cabang Banten, Tendrisyah selaku sub kontraktor dalam pembangunan dan pengembangan Asrana Haji Jambi, Johan Arifin Muba selaku pemilik proyek, serta Bambang Marsudi Rahardja selaku pemodal proyek.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved