Pegawai Bank Klik OKE, Ternyata Salah Transfer, Rp 3,6 Miliar Masuk Rekening Lain, Nasabah Divonis

Selain hukuman denda, majelis hakim menghukum Eddy Sanjaya membayarkan kerugian pihak PT. Bank BNI Tbk Cabang Medan sebesar Rp 2.880.574.000.

Pegawai Bank Klik OKE, Ternyata Salah Transfer, Rp 3,6 Miliar Masuk Rekening Lain, Nasabah Divonis
Victory Arrival Hutauruk/Tribun Medan
Eddy Sanjaya (66), terdakwa kasus salah kirim rekening Rp 2,8 miliar. Dia mendapat hukuman denda Rp 4 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019). 

TRIBUNJAMBI.COM, MEDAN - Terjadi kesalahan, uang senilai Rp 3.610.574.000 yang ditransfer itu ternyata masuk ke rekening lain.

Kasus salah transfer ini akhirnya berlanjut di pengadilan.

Majelis Hakim menghukum terdakwa Eddy Sanjaya (66) terdakwa kasus salah kirim rekening Rp 2,8 miliar dengan hukuman denda Rp 4 miliar di Pengadilan Negeri Medan, Senin (28/10/2019).

Baca Juga

Ahok Adakan 7 Bulanan Kehamilan, Begini Kabar Terbaru Veronica Tan, Hadir di Acara Mantan Suami?

Pejabat Kemenag Jambi Jadi Tersangka, Pembangunan Asrama Haji Rugikan Negara Rp 11 Miliar

Info Terbaru Pendaftaran CPNS 2019, Simak Berbagai Formasi yang Dibutuhkan Kementerian dan Daerah

Selain hukuman denda, majelis hakim menghukum Eddy Sanjaya membayarkan kerugian pihak PT. Bank BNI Tbk Cabang Medan sebesar Rp 2.880.574.000.

Di pengadilan, Eddy Sanjaya dinyatakan terbukti bersalah.

Eddy Sanjaya terbukti melanggar Pasal Pasal 85 Jo Pasal 87 jo Pasal 88 UU RI No 3 Tahun 2011 tentang Transfer dana Jo Pasal 97 UU No 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas.

Dana hasil transfer yang diketahui atau patut diketahui bukan haknya.

Menjatuhkan pidana pokok denda Rp 4 miliar dengan kewajiban mengembalikan uang yang belum dikembalikan sebesar Rp 2,8 miliar beserta jasa bunga dan kompensasi sebesar 6 persen per tahun sejak 2013," tutur Richard Silalahi, Ketua Majelis Hakim.

Hakim juga menjelaskan dalam amar putusannya, apabila terdakwa tidak membayarkan seluruh denda selama 2 bulan maka harta benda terdakwa akan dilelang untuk membayarkan seluruh denda.

Menurut majelis hakim hal yang memberatkan terdakwa Eddy karena telah merugikan pihak Bank BNI 46 karena tidak melakukan pengembalian.

"Hal yang meringankan belum pernah dihukum dan mengakui perbuatannya," cetus Hakim Richard.

Saat dibacakan, terdakwa yang berasal dari Jalan Kol Soegiono No 12-D RT/RW 001/005 Kelurahan Aur Kecamatan Medan Maimun ini tampak menutup matanya dan terlihat termenung.

Pasal 85 ayat (2)

Halaman
1234
Editor: duanto
Sumber: Tribun Medan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved