Pejabat Kemenag Jambi Jadi Tersangka, Pembangunan Asrama Haji Rugikan Negara Rp 11 Miliar

Kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengembangan Asrama Haji Jambi, negara dirugikan sebesar Rp 11,7 miliar lebih.

Pejabat Kemenag Jambi Jadi Tersangka, Pembangunan Asrama Haji Rugikan Negara Rp 11 Miliar
Tribunjambi/Fadly
Dirkrimsus Polda Jambi menunjukkan barang bukti korupsi pembangunan Asrama Haji Jambi. 

Pejabat Kemenag Jambi Jadi Tersangka, Pembangunan Asrama Haji Rugikan Negara Rp 11 Miliar 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Kasus dugaan korupsi pembangunan dan pengembangan Asrama Haji Jambi, negara dirugikan sebesar Rp 11,7 miliar lebih.

Hal ini diketahui dari hasil audit yang dilakukan BPKP Perwakilan Jambi. Kerugian negara tersebut ditimbulkan dari kekurangan volume pekerjaan sebesar 28,475 persen.

Kekurangan volume pekerjaan ini diketahui dari hasil audit investigasi teknis yang dilakukan tim ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB).

"Setelah dilakukan audit penghitungan kerugian negara oleh BPKP Perwakilan Jambi, ditemukan kerugian negara sebesar Rp 11,7 miliar lebih," ungkap Direktur Reskrimsus Polda Jambi Kombes Pol Thein Thabero kepada wartawan di Mapolda Jambi, Selasa (29/10).

Ia mengatakan pembangunan tersebut hanya selesai 64 persen. "Dan para pelaku ini meminta anggaran dicairkan kepada KPA sebesar 92 persen," jelasnya.

Jenazah Pemimpin ISIS Abu Bakar al-Baghdadi Dikuburkan di Laut yang Dirahasiakan Letak Detailnya

Ahok Adakan 7 Bulanan Kehamilan, Begini Kabar Terbaru Veronica Tan, Hadir di Acara Mantan Suami?

Kabupaten Ini Raih Kota Layak Pemuda Kategori Pertama

Dalam kasus ini, penyidik telah menetapkan tujuh orang tersangka. Salah seorang diantaranya adalah Thahir Rahman, mantan Kakanwil Kemenag Jambi periode 2015-2017, yang dalam proyek tersebut bertindak sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA).

Tersangka lainnya adalah Dasman, staf Bidang Haji Kanwil Kemenag Jambi selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), serta Eko Dian Iing Solihin, kepala ULP Kanwil Kemenag Jambi selaku ketua Pokja ULP.

Kemudian Mulyadi alias Edo selaku Direktur PT Guna Karya Nusantara Cabang Banten, Tendrisyah selaku sub kontraktor dalam pembangunan dan pengembangan Asrana Haji Jambi, Johan Arifin Muba selaku pemilik proyek, serta Bambang Marsudi Rahardja selaku pemodal proyek.

Para tersangka dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan pasal 3 jo pasal 55 ayat (1) ke 1 KUHP, dengan ancaman pidana paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 tahun, serta denda paling sedikit Rp 200 juta dan paling banyak Rp 1 miliar.

"Hari ini tersangka beserta barang bukti akan dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum," ujar Thein Thabero.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved