Kisah Militer
ANGGOTA Kopassus 5 Hari Tidur di Tumpukan Mayat Temannya Mulai Membusuk: Hindari dari Kejaran Musuh
TRIBUNJAMBI.COM - Aksi heroik anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam medan laga tidak akan habis-habisnya untuk dikenang.
Dropping dilaksanakan di tengah temaramnya subuh di sebelah utara Fak-Fak.
• Pebalap MotoGP Australia 2019 Kaget, Kanguru Nyeberang saat Motor Ngebut, Ini Videonya
• Ide Mengalir Saat Malam, Rahma Rilis Novel Terbaru Senja yang Tak Tergantikan
• Gadis Jambi Rilis 9 Novel, Tulisan Rahma Terbaru Senja yang Tak Tergantikan
Ketika formasi pesawat dalam perjalanan pulang, terlihat di laut sebuah kapal yang lampunya berkelap-kelip.
Setelah Dakota pada posisi sejajar dengan kapal, diketahui dengan jelas bahwa ternyata kapal dimaksud milik angkatan laut Belanda.
Lampu yang terlihat berkelap-kelip ternyata tembakan dari kapal ke Dakota.
Formasi Dakota langsung berbelok ke kanan dengan arah menjauh.
• Lowongan Kerja - PT Angkasa Pura Support Rekrut Lulusan SMK D3 S1, Daftar Online Disini
• Bulog Salurkan 331 Ton Beras ke e-Warung untuk Penerima BPNT di Provinsi Jambi
• Tak Kalah dari Sate Padang, Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi Sajikan Sate Lilit Khas Bali
Setelah konsolidasi di pagi hari itu, rombongan PU II Pardjo yang diterjunkan di Fak-Fak ternyata selamat dan satu anggota dinyatakan hilang.
Beberapa hari kemudian datang Marinir Belanda sehingga terjadi kontak senjata.
Sesuai instruksi sebelumnya, bila kekuatan tidak seimbang segera masuk hutan.
Setelah keadaan tenang mereka menyusup kembali ke kampung tersebut dan ternyata sudah kosong.
Rumah-rumah penduduk dibakar oleh Belanda dan penduduknya mengungsi entah kemana.
• Rindu Masakan Bali, Ada Sate Lilit hingga Ongol-ongol di Balinese Food Festival Swiss-Belhotel Jambi
• Evi Suherman Akui Mendukung Sy Fasha, Sinyal Arah Dukungan PPP?
• Dewan Syuro PKB Jadi Tim Sy Fasha, Rahman Yakin PKB Usung Fasha di Pemilukada Jambi
Sementara pasukan yang diterjunkan di Fak-Fak, sekitar satu bulan bertahan di sekitar kampung Urere, kemudian mendapat perintah meninggalkan kampung.
Dalam kondisi sudah lemah karena kekurangan makanan, pasukan berhenti sejenak di kebun pala untuk istirahat.
Kemudian secara tiba-tiba diserang pasukan Belanda dari arah seberang sungai.
Dalam kontak senjata, lima anggota gugur yaitu KU I Adim Sunahyu, PU I Suwito, PU I Lestari, dua orang dari RPKAD yakni Sukani dan seorang lagi tak diketahui namanya.
• Pengakuan Pelaku Bius Korban dengan Obat Tetes Mata, Bunuh & Cor Mayat di Kuburan, Berawal Hutang
• ROCKY Gerung Goda Presenter Cantik Ini saat Live, Om Way Ledek : Kalau Soal Perempuan Dia Agak Dungu
Komandan Peleton Letda Agus Hernoto tertembak di kedua kakinya dan ditawan Belanda.