Kisah Militer

ANGGOTA Kopassus 5 Hari Tidur di Tumpukan Mayat Temannya Mulai Membusuk: Hindari dari Kejaran Musuh

TRIBUNJAMBI.COM - Aksi heroik anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) dalam medan laga tidak akan habis-habisnya untuk dikenang.

Editor: ridwan
IST
Para prajurit Kopassus 

Sedangkan PU II Pardjo, kaki kanannya tertembak namun dengan sisa tenaganya berusah menyelinap.

Setelah Belanda pergi, Pardjo berusaha merangkak (karena tak sanggup berdiri) menuju tempat kelima temannya yang gugur.

Dia hanya sanggup berdoa dan tetap bertahan hidup di situ sekitar lima hari di antara mayat teman-temannya yang mulai membusuk.

Sebuah kebetulan beberapa orang Papua lewat.

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Arung Jeram ke XXII, Jambi Targetkan Juara Umum

SIAPA Edhy Prabowo, Pernah Dipecat Sewaktu di AKABRI: Hingga Diselamatkan Prabowo Subianto

 

Mungkin kasihan melihat Pardjo yang terluka, ia digotong dan dibawa ke kampung terdekat.

Setelah beberapa hari dirawat, digotong lagi bersama-sama menyusuri pantai menuju rumah sakit angkatan laut Belanda di Fak-Fak.

Di sini ia memperoleh perawatan medis sebelum ditahan.

Pada saat penahanan itu ia mendengar melalui radio Belanda bahwa telah terjadi gencatan senjata.

Setelah menjalani interogasi, ia dikirim dengan kapal laut ke Biak dan dari sana dibawa ke penjara di Pulau Wundi.

Sinopsis Film The Man from UNCLE - Mampukan 2 Agen CIA Menghentikan Aksi Kriminal Internasional?

Ratusan Siswa SD SMP di Kota Jambi Diajak Nonton Pendekar Kreatif, Ternyata Filmnya Cerita Soal Ini

Di sinilah akhirnya ia bertemu pasukan Resimen Pelopor, Kapten Kartawi dengan pasukannya, pasukan Peltu Nana, Serma Boy Tomas, Kapten Udara Djalaludin, Letnan Udara I Sukandar dan kru pesawat Dakota T-440.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved