Ide Mengalir Saat Malam, Rahma Rilis Novel Terbaru Senja yang Tak Tergantikan

Novelis Jambi, Rahma Yuniarsih baru saja merilis novel terbarunya berjudul Senja yang Tak Tergantikan.

Ide Mengalir Saat Malam, Rahma Rilis Novel Terbaru Senja yang Tak Tergantikan
Tribunjambi/Aldino
Novelis Jambi, Rahma Yuniarsih 

Ide Mengalir Saat Malam, Rahma Rilis Novel Terbaru Senja yang Tak Tergantikan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Novelis Jambi, Rahma Yuniarsih baru saja merilis novel terbarunya berjudul Senja yang Tak Tergantikan. Novel tersebut merupakan buku kesembilannya yang telah ia rilis selama kurun waktu tiga tahun belakang.

Suka menulis sejak kecil membuatnya tidak bisa jauh-jauh dari buku dan pena. Kedua barang itu selalu ada untuk menuangkan idenya yang kadang hadir tanpa diundang.

Selama menulis ia lebih menyukai suasana yang tenang. Hal itu biasa dilakukannya saat malam hari karena menurutnya ide-ide mengalir begitu saja saat malam.

“Bisa juga sambil mendengarkan musik. Ketika menulis saya juga membayangkan bagaimana adegannya. Tujuan saya akan terus menulis hingga buku saya difilmkan,” ungkapnya.

Writer’s block merupakan hal yang kerap dialami penulis, yaitu suatu keadaan diamana penulis tidak bisa menuangkan idenya ke dalam tulisan. Berdasarkan pengalamannya saat sedang mengalami keadaan demikian ia memilih untuk istirahat terlebih dahulu.

Ratusan Siswa SD SMP di Kota Jambi Diajak Nonton Pendekar Kreatif, Ternyata Filmnya Cerita Soal Ini

Jadi Tuan Rumah Kejurnas Arung Jeram ke XXII, Jambi Targetkan Juara Umum

Tak Sekadar Goes, Pertamina Bike Community Jambi Juga Peduli Sosial

“Saya stop dulu, jadi jangan dipaksain. Bisa main dulu sama temen atau lakuin hal lainnya,” ujarnya.

Dalam pencarian ide menurut mahasiswa UIN ini bisa didapatkan dimana saja dan kapan saja. Ide bisa dari apa yang dilihat, didengar dari lingkungan sekitar. Kemudian ide tersebut diproses dalam pikiran dan dituangkan dalam tulisan.

“Banyak orang yang suka menulis, mungkin ada yang bagus ada yang tidak. Menurut saya itu gak penting yang penting adalah kita bersungguh-sungguh dan tulus. Kalau kita menulis untuk dipuji orang berarti bukan penulis sejati. Intinya teruslah menulis,” pungkasnya. (nurlailis)

Penulis: Nurlailis
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved