Breaking News:

Asusila

VIRAL DI TWITTER! Diduga Mahasiswi dan Dosen Hubungan Intim, Sebuah Lukisan Jadi Sorotan!

Sebuah video asusila merekam aktivitas hubungan intim yang diduga antara mahasiswi dengan dosennya, viral di media sosial Twitter

Tangkapan Layar Video
Tangkapan layar video mesum yang disebut-sebut diperankan warga Sumedang. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sebuah video asusila merekam aktivitas hubungan intim yang diduga antara mahasiswi dengan dosennya, viral di Twitter.

Diduga video mesum diduga dilakukan oleh mahasiswi dengan dosennya itu diunggah di Twitter sejak Sabtu (19/10/2019) oleh sebuah akun

Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik itu memperlihatkan adegan hubungan badan antara pria dan wanita di dalam sebuah kamar

Ilustrasi: Kontroversi Lokasi Video Panas Gadis Pramuka Viral di WhatsApp (WA), Awalnya Dikira di Tasikmalaya
Ilustrasi video panas mahasiswi (NET via Tribun Sumsel)

Tak hanya itu, dalam video tersebut juga terdengar dialog dalam bahasa Sunda

Akun Twitter yang menggunggah video tersebut juga menyertakan tulisan "[VIRAL] mahasiswi sama dosen cab*l dari kota "b". selama ada duit apapun bisa kalian lakukan"

Posisi kamera yang merekam adegan persetubuhan mahasiswi dengan dosen itu tampak statis dan diduga kamera disimpan menghadap ranjang tempat adegan persetubuhan berlangsung.

Sepanjang adegan berlangsung, pasangan ini tampak tidak melihat ke arah kamera.

Prabowo Subianto Merapat ke Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin, Akankah Nasdem Pilih Jadi Oposisi?

Pria di video itu terlihat memakai kacamata.

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut sudah ditonton lebih dari 81 ribu kali

Tayangan video itu berdurasi 2 menit 19 detik.

Pantauan Tribun Jabar (grup Surya.co.id) dalam video itu, ‎pada detik ke-26 hingga detik ke-57, pasangan ini tampak berbincang.

Di detik ke-56, si perempuan tampak berbicara dalam Bahasa Sunda.

Direktur Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jabar, Kombes Iksantyo Bagus saat dihubungi, baru mengetahui keberadaan video tersebut.

Nadiem Makarim Resmi Merapat ke Kabinet Jilid II Jokowi-Maruf Amin, Ini Sosok Penggantinya di Gojek

"Akan kami selidiki," ujar Iksantyo, yang sebelumnya menjabat Direktur Ditreskrimum ini.

Perbuatan menyebarkan konten asusila dilarang di Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Memproduksi konten asusila, juga masuk perbuatan pidana dan dilarang undang-undang.

Belum diketahui keseluruhan video ini.

Sakit Hati Ditegur Karena Merokok, Seorang Siswa SMK di Manado Tikam Guru Hingga Tewas

Apakah direkam sendiri oleh salah seorang di adegan video atau direkam sembunyi-sembunyi oleh pihak lain.

Kemudian belum diketahui pula pihak yang menyebarkan konten yang sudah berkategori tindak pidana‎ ini.

Video panas mahasiswi di Solo Beralaskan Kain Jarik

Sebelumnya, media sosial dihebohkan dengan beredarnya video adegan ranjang mahasiswi sebuah kampus swasta di Solo, Rabu (16/10/2019).

Video tersebut berjudul Tragedi Jarik *** Surakarta.

Video berdurasi 4 menit 49 detik.

Tampak pasangan ini berada di sebuah kamar.

Bukan di atas kasur, kedua pelaku melakukan adegan dewasa di lantai beralaskan kain jarik.

Pelaku diduga merekam adegan tersebut menggunakan ponsel.

Masih belum diketahui identitas pelaku pria dan wanita di video tersebut.

Video mahasiswi Banjarmasin

Sebelumnya, video viral yang melibatkan seorang mahasiswi juga sempat viral di Banjarmasin

Seorang model yang juga masih berstatus mahasiswi di Banjarmasin tertangkap dalam video sedang beradegan panas dengan tunangannya.

Rekaman video itu dilakukan di sebuah hotel yang ada di Banjarmasin, Kalimantan Selatan. 

Setelah video mahasiswi Banjarmasin itu terunggah di media sosial WhatsApp, sontak secepat kilat tersebar luas dam membuat heboh masyarakat. 

Setelah viral, aparat kepolisian pun turun tangan. Namun, kedua pemeran dalam video tersebut tidak bisa dijerat hukum.

Hal itu diungkapkan oleh Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin AKP Ade Papa Rihi, Minggu (1/9/2019).

Ade menyebut, kedua pemeran dianggap sebagai korban. Kini, polisi membidik penyebar video mahasiswi sedang beradegan panas dengan tunangannya tersebut.

"Kalau masalah mereka berhubungan sepanjang itu dia melakukan suka sama suka tidak ada masalah dari sisi hukum, walaupun secara agama itu melanggar," ujar Ade saat dihubungi, Minggu (1/9/2019).

Penyidik juga sudah meminta keterangan pemeran pria dalam video itu.

Keterangan pemeran pria tersebut nantinya akan dijadikan bukti untuk memburu penyebar video.

"Kita sudah minta keterangan kepada dia, tunggu saja, tindak pidananya kan penyebarannya, bukan pemerannya. Kita masih lakukan pendalaman (memeriksa barang bukti HP), kita juga cari tahu ada berapa detail video yang beredar," jelas Ade.

Sebelumnya diberitakan, warga Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel), dihebohkan dengan beredarnya dua video berhubungan badan berdurasi 14 dan 18 detik.

Video tersebut menampilkan adegan hubungan suami istri.

Dua video ini telah beredar di grup WhatsApp sejak Kamis lalu.

Ade mengatakan, pemeran pria berinisial G dalam video mahasiswi itu telah melapor ke polisi, Sabtu (31/8/2019).

"Sudah ada laporan, dia merasa sebagai korban. Video itu kan sebagai koleksi mereka, diduga ada yang sengaja menyebar luaskan," ujar Ade saat dihubungi, Minggu. 

Pemeran video mahasiswi Banjarmasin yang viral ini ternyata bukan orang sembarangan.

Pemeran pria diketahui berinisial G yang merekam adegan hubungan badan laiknya suami istri itu dengan perempuan berinisial N.

Belakangan sosok G dan N yang menjadi pemeran video di Banjarmasin viral itu diketahui bukan orang sembarangan.

Keduanya merupakan sepasang model yang cukup dikenal di Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan (Kalsel).

N juga merupakan seorang selebgram dan mahasiswi salah satu perguruan tinggi swasta (PTS).

Ade menjelaskan, kasus beredarnya video mahasiswi ini masih dalam tahap penyelidikan.

"Kan ini masih lidik, kita akan melihat siapa sebenarnya melakukan penyebaran video ini.

Bisa mungkin mereka sendiri yang menyebarkan atau orang lain," jelas Ade.

Informasi yang berkembang, G merekam adegan berhubungan badan tersebut bersama tunangannya berinisial N.

Mereka diduga merekam adegan tersebut di salah satu hotel di Banjarmasin.

Puluhan Video Panas Mahasiswi Direkam Sendiri

Mahasiswa UGM berinisial JAZ (26) mengoleksi puluhan foto dan video panas mahasiswi yang direkam sendiri.

Pihak Universitas Gadjah Mada ( UGM) sedang menunggu kasus hukum yang menjerat mahasiswa asal Kudus, Jawa Tengah.

Berkaitan dengan kasus penyebaran foto panas dan video panas mahasiswi melalui aplikasi Line dan WhatsApp itu, Kepala Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani mengatakan pihaknya menunggu proses pemeriksaan kepolisian.

Iva mengatakan pihaknya akan menghormati proses yang sedang berjalan dan tidak akan melakukan intervensi terhadap kasus tersebut.

"Saat ini semua sudah masuk ke ranah kepolisian, kami menghormati. Kita tidak intervensi. Kita tunggu hasil pemeriksaan," ungkapnya pada Tribunjogja.com (grp SURYA.co.id).

JAZ, mahasiswa yang kirim video dan foto mesum ke orangtua mantan pacarnya.
JAZ, mahasiswa yang kirim video dan foto mesum ke orangtua mantan pacarnya. (Kolase)

JAZ ditangkap polisi di sekitar Kampus Universitas Gajah Mada ( UGM ) karena menyebar konten pornografi.

Mahasiswa yang ditangkap polisi itu rupanya pernah tampil sebagai narasumber di acara Indonesia Lawyers Club ( ILC ) TV One.

JAZ waktu itu menjadi narasumber sebagai Ketua Panitia Seminar Kebangsaan.

JAZ ditangkap setelah orangtua dari BCH (24) melaporkan yang bersangkutan ke polisi.

Orangtua BCH melaporkan karena JAZ telah menyebarkan video panas mahasiswi ke berbagai aplikasi percakapan.

Tak hanya itu, JAZ juga mengirimkan video panas dirinya dengan BCH ke rekan-rekannya.

Niatan JAZ menyebarkan video panas sebagai luapan kekecewaan.

Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY, AKBP Yulianto mengatakan, pelaku melakukan hal tersebut lantaran sakit hati hubungannya ditolak keluarga mantan kekasihnya yang menjadi korban.

"Selain menyebarkan foto dan video ke teman-temannya melalui aplikasi percakapan, pelaku juga mengirimnya ke orang tua korban," kata Yulianto di Kini Mapolda DIY, Senin (19/08/2019).

"Betapa marahnya keluarga melihat kejadian ini, sehingga makin tidak menyetujui hubungan mereka," ungkapnya.

JAZ, mahasiswa yang kirim video dan foto mesum ke orangtua mantan pacarnya.
JAZ, mahasiswa yang kirim video dan foto mesum ke orangtua mantan pacarnya. (Kolase)

JAZ merasa sakit hati karena hubungannya ditolak oleh keluarga BCH.

Padahal JAZ dan BCH sudah berpacaran sejak 2017 silam.

"Tersangka ini sudah sekitar dua tahun berpacaran dengan korban. Karena orang tua korban tidak merestui hubungan mereka, tersangka merasa sakit hati dan menyebarkan foto-foto dan video panas mereka di media sosial," jelas Yulianto.

Video panas dan foto yang disebarkan merupakan rekaman sejak mereka pacaran sampai tahun 2019.

Korban yang mengetahui tindakan JAZ, lantas melaporkan ke kepolisian pada tanggal 9 Juli kemarin.

Tak berselang lama yakni pada 15 Juli 2019 polisi bisa menangkap JAZ.

"Dalam satu bulan, kami bisa ungkap kasus ini dan sudah P21 ke kejaksaan. Ini kasus ITE tercepat yang bisa ditangani ditkrimsus Polda DIY," jelasnya.

Yulianto mengungkapkan ada puluhan video dan foto tak senonoh yang mereka rekam sendiri.

Banyaknya konten itu mengingat hubungan mereka juga sudah terjalin sejak 2017.

"Mereka sendiri yang merekam, mungkin untuk koleksi pribadi. Tapi ternyata digunakan tersangka karena sakit hati," katanya lagi.

Barang yang disita Polisi :

1. 1 unit Ponsel merek Xiaonmi 8 warna biru dan SIM Card

2. 1 box ponsel samsung J 7 Pro dengan SIM Card.

3. 1 Sarung warna ungu motif batik.

4. 1 Bantal leher warna hitam putih.

5. 1 jam tangan warna hitam

6. 1 Matras warna hitam

7. 1 sprei motif bunga kombinasi warna merah muda biru kuning.

8. 1 Dus minyak oles (obat kuat) berisi enam bungkus.

Melansir Tribun Jogja (grup SURYA.co.id), guna mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku dikenal pidana berlapis.

Pertama adalah Pasal 45 ayat (1) UU 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Pelaku terancam pidana penjara paling lama 6 tahun dan denda paling banyak Rp 1 miliar.

Kedua adalah Pasal 29 UU RI 44/2008 tentang Pornografi, sebab pelaku menyebarkan foto dan video vulgar dirinya bersama korban, termasuk saat berhubungan badan.

"Ancaman pidana penjara paling singkat 6 bulan paling lama 12 tahun, denda paling sedikit Rp 250 juta dan paling banyak Rp 6 miliar," kata Yulianto.

 
Editor: Heri Prihartono
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved