Berita Jambi
KKI WARSI : 2 Perusahaan di Jambi Ini yang Konsesinya Paling Luas Terbakar
KKI WARSI : 2 Perusahaan di Jambi Ini yang Konsesinya Paling Luas Terbakar
Penulis: Dedy Nurdin | Editor: Deni Satria Budi
KKI WARSI : 2 Perusahaan di Jambi Ini yang Konsesinya Paling Luas Terbakar
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) WARSI mencatat ada dua perusahaan di wilayah konsesi HPH di Jambi yang mengalami kebakaran hebat di musim kemarau tahun 2019 kali ini.
Berdasarkan analisis tim GSI KKI WARSI melalui citra satelit lansat TM 8 dan Sentinel 2 pada perekaman tanggal 2 Oktober 2019.
Data ini kemudian di overlay pada peta perizinan, bahwa PT PDI mengalami kebakaran lebih dari 17 ribu Ha atau lebih dari 50 persen dari konsesinya yang mencapai luas 34 ribu.
• Selama 1 Bulan, 126 Ribu Hektare Lahan di Jambi Terbakar, Kawasan Berizin yang Banyak Terbakar
• BREAKING NEWS Dua Pendaki Asal Jambi Hilang di Puncak Gunung Dempo, sudah 7 Hari Tak Muncul
• Terlibat Illegal Logging, Oknum Polisi di Jambi Divonis 8 Bulan Penjara
Sedangkan HPH PBP mengalami kebakaran juga lebih dari 15 ribu ha atau lebih dari 71 persen dari konsesinya seluas 21 ribu ha.
Rudi Syaf Direktur Komunitas Konservasi Indonesia Warsi mengatakan, secara status kedua HPH ini, sudah tidak aktif namun izinnya tetap berjalan, tidak dikembalikan ke negara ataupun ditarik kembali oleh negara.
“Akibatnya di areal ini terjadi tindakan-tindakan illegal yang turut menjadi penyumbang kebakaran hutan dan lahan,” kata Rudi, Selasa (22/10/2019).
• Buah Bungur Diracik Jadi Kopi dan Teh, Ternyata Ini Khasiatnya, Produk Unggulan Warga Legok, Jambi
• Berkas Perkara Karhutla Dikembalikan ke Penyidik, Ini Kata Jaksa Kejari Muarojambi
• KKI Warsi Sebut Ada Permainan Pemodal Dalam Kasus Karhutla 2019
Bahkan menurut WARSI di kedua perusahaan HPH sudah berulang kali mengalami kebakaran. Rudi Syaf menyebut sudah sewajarnya jika areal ini ditarik dan dikembalikan ke negara.
Sebelum izin diberikan kedua HPH ini, areal penguasaan kawasman perusahaan itu merupakan kawasan hutan yang memiliki hutan gambut dengan ke dalaman di atas tiga meter.
Kawasan ini sejatinya satu hamparan dengan Taman Hutan Raya Sekitar Tanjung dan Taman Nasional Berbak. “Pengelola yang terbukti tidak mampu mengelola kawasan, mengembalikan saja izinnya ke negara dan dikembalikan ke fungsi awalnya sebagai kawasan lindung gambut,”kata Rudi.
Seperti disebutkan WARSI, hingga 2 0ktober 2019, luas lahan yang terbakar di Jambi mencapai 126.203 Hektar.
Jika diurutkan terjadi di areal konsesi HPH dengan luas mencapai 32.805 ribu ha. Disusul perkebunan sawit 20.983 ribu ha dan HTI (Hutan Tanaman Industri) 16.456 ribu ha.
KKI WARSI : 2 Perusahaan di Jambi Ini yang Konsesinya Paling Luas Terbakar (Dedy Nurdin/Tribunjambi.com)