Puluhan Pedagang Pasar Angso Duo Jambi Geruduk Kantor PT EBN, Protes Biaya Pengolahan Pasar
Pedagang merasa keberatan karena nominal BPP sangat besar, yang diperkirakan satu lapak kurang lebih Rp 20 ribu perhari.
Penulis: Rohmayana | Editor: Teguh Suprayitno
Puluhan Pedagang Pasar Angso Duo Jambi Geruduk Kantor PT EBN, Protes Biaya Pengolahan Pasar
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Puluhan pedagang pasar Angso Duo mendatangi Kantor PT EBN karena tidak terima dengan biaya pengelolaan pasar (BPP) yang mulai dipungut per Selasa (15/10). Pedagang merasa keberatan karena nominal BPP sangat besar, yang diperkirakan satu lapak kurang lebih Rp 20 ribu perhari.
Meskipun BPP baru diuji coba mulai Selasa (15/10) ini, namun pedagang merasa keberatan dengan besaran biaya tersebut. Karena dinilai cukup besar, dan rerata lapak yang disewa pedagang lebih dari satu lapak.
“Kalau kami sewa 3 lapak, artinya perhari kami harus membayar kurang lebih Rp60 ribu,” ujar salah satu pedagang tempe Muhammad Ansor .
Menurutnya tarif yang ditetapkan berbeda, ini tergantung dengan besarnya lapak yang disewa pedagang. Menurutnya untuk blok D dikenakan tarif Rp16 ribu perlapak, sementara blok C 14.500 perlapak, dan blok yang masih sepi belum dipungut biaya retribusi.
• Kepala Bandar Udara Muara Bungo Sebut Kabut Asap Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang
• 50 Pesonel Brimob Polda Jambi BKO Papua Dikirim ke Jakarta Jelang Pelantikan Presiden
• Ruang Terbatas, Maulana Sarankan Antrean Pasien di Puskesmas Rawasari Dibuat Online
“Ada juga blok yang ditarif perhari Rp21 ribu untuk lapak ukuran 3X3 meter, kalau sebulan bisa 600 ribu untuk retribusi saja,” kata Ansor.
Bahkan menurutnya pedagang tidak mengetahui apa dasar pihak PT. EBN mengeluarkan biaya retribusi sebesar itu. Sementara pedagang tidak pernah diajak rapat sama sekali.
“Makanya kita minta waktu 2 hari untuk runding dengan pedagang lain berapa retribusi yang cocok perhari untuk pedagang,” pungkasnya. (Rohmayana)