Kepala Bandar Udara Muara Bungo Sebut Kabut Asap Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang

Kendati kabut asap mengganggu penerbangan di Bandar Udara Muara Bungo, namun hal itu tidak memengaruhi jumlah penumpang.

Kepala Bandar Udara Muara Bungo Sebut Kabut Asap Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang
Tribunjambi/Mareza
Kepala Bandar Udara Muara Bungo, Sigit Budiarto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019). 

Kepala Bandar Udara Muara Bungo Sebut Kabut Asap Tak Pengaruhi Jumlah Penumpang

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Kendati kabut asap mengganggu penerbangan di Bandar Udara Muara Bungo, namun hal itu tidak memengaruhi jumlah penumpang. Informasi itu disampaikan Kepala Bandar Udara Muara Bungo, Sigit Budiarto saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/10/2019).

"Walau kabut asap begini ya, kayaknya nggak ngaruh sama jumlah penumpang. Masih seperti biasa. Normal aja," katanya.

Sigit mencontohkan, pada Minggu (13/10/2019) lalu, maskapai Nam Air rute Jakarta-Muara Bungo berisi 105 bangku dari 120 bangku yang tersedia. Pada hari yang sama, Nam Air rute Muara Bungo-Jakarta penuh 120 bangku.

"Kemarin (14/10/2019) gitu juga. Hampir penuh. Enggak ada perubahan, sama aja. Maskapai lain juga sama," lanjutnya.

Yang menjadi kendala penerbangan, kata Sigit, adalah cuaca. Dalam dua hari terakhir, penerbangan di Bandar Udara Muara Bungo terganggu.

Bandara Bungo Tertutup Kabut Asap, Wings Air dan Citilink Batal Terbang, Nam Air Delay

Ruang Terbatas, Maulana Sarankan Antrean Pasien di Puskesmas Rawasari Dibuat Online

Anggota DPRD Tebo Ditahan Akibat Kasus Ijazah Palsu, Gerinda akan Bertindak Tegas

Pada Selasa (15/10/2019), dari tiga jadwal penerbangan, dua di antaranya dibatalkan dan satu penerbangan terpaksa ditunda. "Hari ini, dua penerbangan cancel, satu delay," kata Kepala Bandar Udara Muara Bungo, Sigit Budiarto.

Sigit mengatakan, penerbangan yang dibatalkan adalah maskapai Wings Air rute Jambi-Muara Bungo-Kerinci dan maskapai Citilink rute Palembang-Muara Bungo. Sedangkan penerbangan yang ditunda adalah maskapai Nam Air rute Jakarta-Muara Bungo.

Gangguan penerbangan itu disebabkan jarak pandang tidak memenuhi standar. Berdasarkan keterangan pihak bandara, jarak pandang hanya sekitar 2 km. Padahal, untuk mendarat dan lepas landas, dibutuhkan jarak pandang minimal 5 km.

"Kendalanya ada di visibility (jarak pandang). Tadi pagi, sekitar 2 km. Siang sempat memburuk sekitar 1,8 km. Padahal yang dibutuhkan untuk mendarat dan lepas landas, sekitar 5 km," jelasnya.(Tribunjambi.com/ Mareza Sutan A J)

Penulis: Mareza
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved