LAGI, Warga Tanjungpinang Ditangkap Gara-gara Nyinyir Soal Penusukan Menkoplhukam Wiranto

Terjadi lagi, seorang warga Tanjungpinang harus berurusan dengan hukum akibat nyinyir soal penusukan Wiranto

LAGI, Warga Tanjungpinang Ditangkap Gara-gara Nyinyir Soal Penusukan Menkoplhukam Wiranto
net
Ilustrasi

TRIBUNJAMBI.COM- Terjadi lagi, seorang warga Tanjungpinang harus berurusan dengan hukum akibat nyinyir soal penusukan Menkopolhukam Wiranto.

Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau mengamankan Auliansyah, Warga Tanjungpinang, Kepulauan Riau terduga pelaku hate speech atau membuat status nyinyir terkait kasus penikaman Menko Polhukam Wiranto.

Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang Efendri Ali mengatakan, pengamanan ini berdasarkan satu postingan di akun Facebook yang diduga ada kaitannya dengan Wiranto.

Di dalam status Facebook itu tertulis, "Ditusuk y? Ada bayi dikampak, dibakar, dibunuh Wamena tenang-tenang saja, kog ini heboh".

Alie mengatakan, berdasarkan data itu, pihaknya langsung melakukan profiling akun Facebook dan melacak keberadaan pelaku.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku mengakui bahwa Facebook tersebut miliknya dan postingan itu juga dibuatnya sendiri pada 10 Oktober 2019 kemarin.

Atas perbuatannya, kini pelaku terancam pasal ITE 28 ayat 3 dan Undang-Undang 19 tahun 2016 dengan ancaman hukuman penjara empat tahun.

"Karena ancaman hukuman empat tahun bersangkutan sudah kami pulangkan namun untuk proses hukum selanjutnya akan digelar perkara," ujarnya.

Ngabalin Yakin Tetap Berada di Istana kabinet Jokowi 2019-2024, Akankah Jadi Menteri?

Alie menjelaskan pada saat memeriksa ponsel milik pelaku Auliansyah pihaknya menemukan satu percakapan di WhatsApp yang diduga berbentuk pengancaman.

Percakapan itu dikirim oleh pelaku berinisial Ervan kepada pelaku Auliansyah. Pengancaman itu ditujukan kepada Kasat Reskrim, isi percakapannya, "Hancurkan Efendri Ali, biar dia tahu siapa kita".

Halaman
1234
Editor: heri prihartono
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved