Supir Angkot di Kota Jambi Bingung Diminta Berbenah: Kami Cari Setoran Sama Gaji Aja Susah

Ferry berharap ada bantuan dari pemerintah untuk para supir angkot. Pihaknya berharap pemerintah ikut andil dalam merubah angkutan yang tidak layak.

Supir Angkot di Kota Jambi Bingung Diminta Berbenah: Kami Cari Setoran Sama Gaji Aja Susah
TRIBUNJAMBI/ABDULLAHUSMAN
angkutan kota. 

Supir Angkot di Kota Jambi Bingung Diminta Berbenah: Kami Cari Setoran Sama Gaji Aja Susah

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI- Guna menyediakan transportasi yang sesuai dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM). Dishub Kota Jambi menggelar sosialisasi peraturan Wali Kota nomor 42 tahun 2019 tentang penyelenggaraan angkutan perkotaan di Kota Jambi berbasis SPM, di Ruang Pola Kantor Wali Kota Jambi, Rabu (9/10).

Sosialisasi tersebut dihadiri para pelaku usaha angkutan kota, organda, Dinas PUPR Kota Jambi, dan para sopir yang selama ini terlibat dalam angkutan perkotaan.

Ferry salah satu supir angkot Kota Jambi mengatakan hasil rapat tersebut supaya mobil angkutan kota di Jambi  bisa memberikan pelayanan maksimal kepada penumpang. Namun para sopir mengaku kondisi sarpras masih banyak kekurangan.

“Jadi untuk kami sendiri diberikan waktu 1 tahun untuk berbenah, dalam memberikan pelayanan maksimal,” katanya.

Baca: Titik Api Muncul di Muaro Jambi, Sengeti Kembali Diselimuti Kabut Asap

Baca: Bahanya Menikah Muda, DPPKB Kota Jambi Sebarkan Pusat Informasi Konseling Remaja

Baca: Terbukti Korupsi, Kontraktor Taman Hijau Bungo Divonis 1 Tahun Penjara

Ferry mengaku mendukung rencana Pemkot Jambi. Namun pihaknya sebagai supir angkot masih memiliki kendala biaya untuk melakukan peremajaan.

“Kalau mau peremajaan dengan kondisi sekarang susah. Kami mencari setoran sama gaji aja susah,” katanya.

Kata dia, dalam sehari pendapatan maksimal sopir angkot hanya mencapai Rp50 ribu, ada juga yang tidak sampai.

“Itu udah pendapatan bersih, di luar setoran. Ada juga yang nombok. Jadi kami kalau mau dimaksimalkan itu mobilnya dari mana, dari yang tidak layak menjadi layak,” katanya.

Ferry berharap ada bantuan dari pemerintah untuk para supir angkot. Pihaknya berharap pemerintah ikut andil dalam merubah angkutan yang tidak layak menjadi layak.

“Tadi katanya mau disubsidi, tapi teknisnya kami belum tahu. Ini baru isu,” katanya. (Rohmayana)

Penulis: Rohmayana
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved