Berita Nasional

Penolakan KKB oleh Warga Papua Nugini di Perbatasan Negara, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat

Penolakan KKB oleh Warga Papua Nugini di Perbatasan Negara, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat

Penolakan KKB oleh Warga Papua Nugini di Perbatasan Negara, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat
Tribun Jogja
Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Papua 

Penolakan KKB oleh Warga Papua Nugini di Perbatasan Negara, Ini Kata Tokoh Masyarakat Setempat

TRIBUNJAMBI.COM - Sudah meresahkan di Indonesia, ternyata Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) juga ditolak oleh Warga Papua Nugini.

Warga Papu Nugini yang bertempat tinggal di perbatasan Indonesia, menolak mentah-mentah kelompok kriminal bersenjata (KKB) Papua memasuki wilayahnya

Hal itu diungkapkan Tokoh masyarakat Papua Nugini (PNG) di perbatasan dengan Indonesia, Ray Tanji.

Ray Tanji secara tegas menolak kehadiran para separatis Papua Merdeka di wilayahnya.

Baca: KKB Papua Nyatakan Siap Perang vs TNI-Polri, Pembunuhan di Bandara, Ribuan Orang Mengungsi

Baca: KKB Papua Tebar Teror Penembakan & Pembakaran, Mengaku Siap Perang Lawan TNI Polri

Baca: SETELAH Tembak 2 Pengojek, KKB Papua Kembali Tebar Teror: KKB Tembak Mati Seorang Pedagang

Dalam wawancara dengan program radio ABC Pacific Beat, Ray Tanji menyatakan kehadiran elemen gerakan Papua Merdeka di PNG telah menimbulkan banyak masalah bagi warga perbatasan.

"Saya minta Pemerintah Papua Nugini untuk menyingkirkan orang-orang ini dari Vanimo, karena merekalah yang menimbulkan masalah di perbatasan selama ini," ujarnya.

Tanji merupakan tokoh masyarakat di Wutung, Vanimo, Propinsi West Sepik yang berbatasan langsung dengan distrik Skouw, Jayapura, Indonesia.

Tanji meminta aparat PNG untuk menyelidiki kehadiran dan aktivitas elemen separatis Papua Merdeka demi menjaga keamanan warga setempat.

"Pemerintah PNG hanya perlu melakukan satu hal, pulangkan mereka ke wilayahnya sendiri, yaitu ke Jayapura," ucap Ray Tanji.

Baca: Berlarut-larutnya Masalah Pembebasan Lahan, Dinas PU Minta Bantuan Pendampingan Kejati Jambi

Baca: Kondisi Terbaru Irish Bella yang Baru Kehilangan Calon Bayi Kembarnya, Istri Ammar Zoni Masih di RS?

Baca: PELAKU Melihat Korban Masih Bergerak, dengan Sadisnya Membekap Muka Korban hingga Meregang Nyawa

Pada 1 Oktober lalu, dilaporkan adanya kontak senjata antara aparat militer RI dan elemen yang terkait dengan gerakan Papua Merdeka.

Akibat peristiwa itu, pihak berwenang langsung menutup akses perbatasan Indonesia - PNG di Skouw-Wutung, Distrik Muara Tami, Jayapura.

Halaman
123
Editor: ekoprasetyo
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved