Berlarut-larutnya Masalah Pembebasan Lahan, Dinas PU Minta Bantuan Pendampingan Kejati Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, telah meminta

Berlarut-larutnya Masalah Pembebasan Lahan, Dinas PU Minta Bantuan Pendampingan Kejati Jambi
IST
Fly Over Simpang Mayang, Dibangun dengan 1 Tahun Anggaran, Bappeda Sebut Bisa Menghemat Anggaran 

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Jambi, telah meminta pendampingan hukum kepada pihak Kejaksaan Tinggi Jambi, terkait pembebasan lahan untuk pembangunan fly over (jalan layang).

"Pembangunan fly over tetap kita persiapkan. Dan untuk pembebasan lahan kita sudah berkoordinasi dengan kejaksaan. Insya Allah kendala itu (pembebasan lahan,red) nantinya dapat diatasi, sehingga pembangunan fly over tidak ada masalah," tutur Kadis PUPR Provinsi Jambi, Muhammad Fauzi kepada Tribun, Senin (7/10).

Ditanya apabila nantinya ada masyarakat setempat yang bersikukuh tidak mau membebaskan lahannya, Fauzi menyebut maka akan melalui tahap penyelesaian secara hukum.

Baca: Kondisi Terbaru Irish Bella yang Baru Kehilangan Calon Bayi Kembarnya, Istri Ammar Zoni Masih di RS?

"Tidak bisa kita putuskan, harus pendampingan hukum," ujarnya.

Selain itu, dijelaskan Fauzi bahwa selama proses pembangunan fly over itu, ada beberapa rencana rekayasa lalu lintas serta permasalahan potensial yang akan dihadapi pada saat pelaksanaan konstruksi terhadap dampak lingkungannya.

"Potensi masalah di antaranya struktur fly over dibangun menggunakan peralatan berat (crane, ekskaavator) hasilkan emisi gas buang. Di mana emisi gas tersebut berpotensi mencemari udara sekitar proyek. Penyemaran udara dapat mengakibatkan gangguan kesehatan bagi masyarakat sekitar," terangnya.

Oleh karenanya, Fauzi menyebutkan untuk rencana penanganannya yakni mengontrol dan meminimalisir dampak pencemaran udara dengan melakukan pengujian kadar polusi udara berkala, dan melakukan pembagian masker kepada masyarakat sekitar.

"Dengan terkontrolnya kadar polusi udara, maka masyarakat lebih terjaga dari gangguan kesehatan," sampainya.

Untuk diketahui, pembangunan fly over Simpang Mayang sudah diwacanakan sejak beberapa tahun silam. Namun, hingga kini belum terlaksana karena beberapa persoalan.

Untuk pembangunan di 2020, direncanakan fly over akan dibangun sepanjang 389,9 meter lebar 14,5 meter. (kip)

Penulis: Zulkifli
Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved