50-an Laki-laki Desa Sihaporas Lari karena Takut Dibunuh, Masyarakat Adat Minta Perlindungan LPSK

Mereka takut diculik dan dijemput pada malam hari, sehingga melarikan diri ke tempat lain. Mereka kemudian meminta perlindungan LPSK.

Istimewa
Ketua Umum Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) Judin Ambarita atau Ompu Sampe (kanan) bersama Wakil Ketua Umum Lamtoras Mangitua Ambarita (Ompu Morris) meminta perlindungan Lembaga Perlindungan Saksi dan KOrban (LPSK) di Jakarta, Kamis (3/10/2019). Mereka diterima Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu. 

50-an Laki-laki Lari dari Desa karena Takut Dibunuh, Masyarakat Adat Minta Perlindungan LPSK

TRIBUNJAMBI.COM, JAKARTA - Sekira 50 laki-laki di Desa Sihaporas terpaksa lari dari desa karena ketakutan akan dibunuh.

Para laki-laki dari Desa/Nagori Sihaporas, Kecamatan Pamatang Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, itu meninggalkan kampungnya.

Mereka takut diculik dan dijemput oknum polisi pada malam hari, sehingga melarikan diri ke tempat lain.

Mereka kemudian meminta perlindungan LPSK.

FB LIVE

Baca Juga

 Kami Diperlakukan seperti Teroris, Diburu Malam Hari Masyarakat Lamtoras Mengadu ke Komnas HAM

 Perempuan Warga Sihaporas Ketakutan, Lelaki Lari ke Ladang, Polisi Masuk Desa Tenteng Senjata

 Download Lagu MP3 Dangdut Koplo Terbaik 2019, Ada Video Nella Kharisma dan Via Vallen Full Album

 Download Lagu MP3 DJ Remix Entah Apa Yang Merasukimu Full Album, Video DJ Gagak, DJ Slow dan DJ Opus

Demikian terungkap saat pengurus Lembaga Adat Keturunan Ompu Mamontang Laut Ambarita Sihaporas (Lamtoras) mengadu sekaligus meminta perlindungan LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban) di Jakarta, Kamis (3/10/2019) siang.

"Saat ini sudah tidak ada laki-laki dewasa di kampung, kecuali usia lanjut. Semua lari ke tempat lain kaena takut," ujar Ketua Umum Lamtoras Judin Ambarita (Ompu Sampe) saat berdialog dengan Wakil Ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan petugas bagian pengaduan.

Menurut Judin, suasana Desa/Nagori Sihaporas mencekam setelah terjadi bentrok antara masyarakat adat kontra pekerja PT TOba Pulp Lestari (TPL), pada Senin 16 September silam.

Apalagi setelah ada penangkapan dan penahanan dua pengurus Lembaga Adat Lamtoras, yakni Thomson Ambarita selaku Bendahara dan Jonny Ambarita (Sekretaris), polisi semakin sering datang ke kampung mereka.

Halaman
1234
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved