Kebakaran Lahan Mendekati Pemukiman, Langit Desa Pematang Raman Terlihat Gelap

Desa Betung yang berjarak hanya dua desa dari Desa Puding, kondisi lahan masih terlihat mengeluarkan asap dari dalam tanah.

Kebakaran Lahan Mendekati Pemukiman, Langit Desa Pematang Raman Terlihat Gelap
Tribunjambi/Dedy Nurdin
Suasana siang di Desa Pematang Raman, Kecamatan Kumpeh Foto diambil sekitar pukul 14.00 WIB, Sabtu (28/9/2019). Lokasi kebakaran gambut di lahan PT Pesona kini merembet ke Desa Pematang Raman. 

Kebakaran Lahan Mendekati Pemukiman, Langit Desa Pematang Raman Terlihat Gelap

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Pantauan Tribunjambi.com di Desa Betung yang berjarak hanya dua desa dari Desa Puding, kondisi lahan masih terlihat mengeluarkan asap dari dalam tanah. Sejumlah pohon dan tanaman sawit di sisi kiri maupun kanan jalan tampak hangus.

Sejauh mata memandang yang terlihat kepulan asap dari dalam lahan gambut yang merupakan areal konsesi PT Pesona. Bahkan sisi jalan tanah itu juga mengeluarkan asap di beberapa titik.

Menurut informasi dari salah seorang petugas pemadam kebakaran yang ditemui di sana mengatakan, akses jalan dari Desa Puding hingga ke Sungai Gelam tak bisa lagi dilalui karena sebagian jalan ikut terbakar.

"Kalau lurus terus ke arah Sungai Gelam tak bisa dilalui karena jembatan putus, jalannya juga sulit dilewati karena ada yang separuh jalan terbakar," ujarnya.

Baca: Hujan Tak Sampai ke Desa Puding, Kebakaran di Lahan Gambut Terus Terjadi

Baca: Ini Daftar Perusahaan di Jambi yang Direkomendasikan Dicabut Izinnya Akibat Karhutla

Baca: GenBI Lakukan Bakti Sosial Tanggap Bencana, Lansia dan Emak-emak di Desa Puding Rela Antre

Baca: Pameran Mahavihara Tampilkan Informasi Candi Muaro Jambi Masa Lampau

Baca: Bangun Fasilitas Publik, Pemkot Jambi Siapkan 8,4 Miliar untuk Pembebasan Lahan

"Sekarang proses pemadaman ke arah Pematang Raman, di sana banyak personel yang memadamkan di sana yang agak besar masih apinya," sambungnya.

Situasi di Desa Pematang Raman sendiri sekitar pukul 14.00 WIB Sabtu (28/9/2019) siang terlihat cukup gelap, abu partikel sisa kebakaran juga terlihat berterbangan hingga ke rumah warga dan jalan.

Nur, salah seorang warga mengatakan kondisi gelap dengan kepulan kabut asap sudah dirasakan warga sejak satu bulan terakhir. Apa lagi, lokasi kebakaran kian mendekati pemukiman warga.

"Lokasi yang kebakaran nyebrang sungai masuk ke dalam. Kalau kata anak jaraknya dak jauh paling cuma jarak dua kilometer," katanya.

Lokasi lahan gambut milik PT Pesona di Desa Betung Yang Terbakar, Sabtu (28/9/2019).
Lokasi lahan gambut milik PT Pesona di Desa Betung Yang Terbakar, Sabtu (28/9/2019). (Tribunjambi/Dedy Nurdin)

Warga pun mengeluh mulai merasakan dampak kesehatan seperti batuk, sesak napas hingga diare. Namun sejauh ini, belum ada layanan kesehatan yang datang ke rumah-rumah warga.

"Kalau dapat kabar ada di Puskesmas tapi kalau kami buka warung kayak gini sulit nak kemana-mana. Rumah papan kalau malam pekat asap di dalam rumah, yang parah tu malam," katanya.

"Yang kami rasakan sekarang ini selain kondisi kesehatan bernapas sesak, kami kesulitan air bersih juga. Karena sudah kering lebih dari dua bulan. Kemarin di Kota Jambi hujan tapi di sini tidak, paling cuma basahi jalan habis itu redah," pungkasnya. (Dedy Nurdin)

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved