KELUARGA Vera Oktaria Teriak Histeris Seperti Ini: Prada DP Nangis Karena tak jadi Dihukum Mati

TRIBUNJAMBI.COM - Setelah menjalani proses persidangan yang melelahkan, akhirnya sampailah terdakwa Prada Deri

KELUARGA Vera Oktaria Teriak Histeris Seperti Ini: Prada DP Nangis Karena tak jadi Dihukum Mati
sriwijaya post/syahrul hidayat
Prada DP Lolos Vonis Hukuman Mati, Majelis Hakim Jatuhkan Vonis Penjara Seumur Hidup 

Namun, setelah dipersilakan duduk, Prada DP malah terlihat menahan kantuk dan beberapa kali terlelap meskipun hakim masih membacakan uraian vonis yang akan dijatuhkan kepada dirinya tersebut.

2. Terdiam sesaat usai mendengar vonis

r
Prada DP terlihat mengantuk saat menjalani sidang dengan agenda vonis di PengadilanMiliter I-04 Palembang, Kamis (26/9/2019).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Prada DP sempat terdiam sejenak saat mendengar vonis penjara seumur hidup yang dijatuhkan hakim, Kamis (26/9/2019).

Ketua Hakim Letkol CHK Khazim sempat berulang kali bertanya kepada Prada DP apakah sudah memahami vonis yang dijatuhkan kepada mantan anggota TNI itu.

Baca: Berkas Perkara Belum Rampung, Masa Tahanan Pelaku Cabul Ini Ditambah

Baca: Waspada, Pelaku Kejahatan Hipnotis Berkeliaran di Sungai Penuh-Kerinci, Dalam Seminggu Ada 2 Korban

 

Saat itu, Prada DP hanya menundukkan kepala tanpa menjawab sepatah kata pun.

"Apakah terdakwa mengerti dengan vonis yang dijatuhkan?" tanya Hakim.
"Terdakwa, apakah mendengar vonis tadi? Sudah tahu belum?," ujar Hakim mengulangi.

Saat itu, dari belakang, kakak perempuan Prada DP yang duduk di kursi pengunjung pun sempat berteriak menyahuti ucapan hakim.

"Dek jawab dek," kata wanita yang mengenakan jilbab tersebut. Dengan tertunduk Prada DP lalu menjawab pertanyaan hakim.

"Dihukum seumur hidup dan dipecat dari satuan," ujar Prada DP.

3.  Point-point petunjuk dari oditur militer soal pembunuhan berencana yang dilakukan Prada DP

Berikut point-point petunjuk dari oditur militer soal pembunuhan berencana yang dilakukan Prada DP. Dasar sakit hati dan cemburulah yang buat Prada DP merencanakan pembunuhan.

Inilah 17 point bukti petunjuk:

1. Vera dan Prada DP sudah lama berpacaran dan putus nyambung. Prada DP beberapa kali memberikan barang-barang untuk Vera berupa paju, uang dan ponsel.

2. Selama berpacaran beberapa kali didapati bertengkar dengan alasan cemburu. Empat kali bahkan hanphone keduanya dirusak akibat ada pesan dari pria atau wanita lain yang membuat keduanya saling cemburu.

3. Oditur juga memaparkan fakta bahwa Prada DP pernah bertengkar dan kedapatan membekap korban di rumah korban. Saat itu Vera Oktaria sampai menjerit. Kejadian itu disaksikan saksi Imelda.

4. Pada bulan November 2018 lolos seleksi TNI dan diantar keluarga korban dan keluarga terdakwa pada saat pergi pendidikan di Lahat.

Baca: Vonis 2 Terdakwa Narkotika Ini Lebih Ringan 1 Tahun dari Tuntutan Jaksa

Baca: Simple dengan Uang Elektronik, Banyak Promo yang Jadi Daya Tarik, dan Sudah Jadi Bagian Gaya Hidup

5. Namun, awal April 2019 korban tak hadir saat pelantikan di Rindam 2. Alasannya training Indomaret. Hal ini membuatPrada DP kecewa.

6. Selanjutnya pada 17 April 2019, Prada DP cuti dari tugas dan menemui Vera Oktaria di rumahnya. Saat itu Prada DP mengajak Vera keluar tapi ditolak. Sempat bertengkar sampai ibu korban marah dan mengusir Prada DP. Diusir Prada DP sakit hati dan pulang tanpa pamit.

Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Bibik Korban Vera Oktaria Ngamuk dan Maki-maki Prada DP
Dituntut Hukuman Seumur Hidup, Bibik Korban Vera Oktaria Ngamuk dan Maki-maki Prada DP (SRIPOKU.COM/hariswidodo)

 Emosi! Ibu Vera Oktaria Memaki-maki Prada DP, Kau Bunuh Anak Aku. Lemak Nian Kau. Aku Idak Ikhlas

 Nenek dan Ibu Vera Oktaria tak Rela Prada DP Hanya Dihukum Seumur Hidup dan Diberhentikan dari TNI

 Oditur Militer Tuntut Prada DP Dihukum Seumur Hidup dan Dipecat, Prada DP Menangis

Prada DP yang menjalani sidang tuntutan dan dituntut Oditur dengan hukuman pidana penjara seumur hidup
Prada DP yang menjalani sidang tuntutan dan dituntut Oditur dengan hukuman pidana penjara seumur hidup (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

7. Lalu pada 20 April 2019 saat akan berangkat melanjutkan pendidikan di Baturaja, Prada DP datang ke rumah korban untuk pamit.

Saat itu terdakwa mengambil handphone lipat yang diberikan terdakwa kepada korban dan menggantinya dengan handpone Oppo Android dengan maksud agar bisa berkomunikasi lewat video call, namun korban tidak mau menerimanya sehingga terdakwa kecewa dan sakit hati lagi.

8. Masih pada bulan April 2019, korban pernah bercerita pada saksi Imelda, bahwa Prada DP pernah bilang lebih baik membunuh Vera daripada di ambil orang lain.

9. Di tanggal 3 Mei, terdakwa lari dari Latpur Rindam 2 Sriwijaya dan keesokan harinya tiba di Palembang.

10. Oditur menyebutkan, saat ditangkap Prada DP dalam BAP pernah mengaku ia lari dari pendidikan karena curiga korban sudah punya pacar lain. Prada DP ingin ke Palembang untuk membuktikannya.

(Fakta ini berbeda dengan pengakuan Prada DP yang mengaku lari dari pendidikan akrena takut ketinggian dan trauma).

11. Lalu pada tanggal 4 Mei 2019 pukul 11.00 WIB oditur menyebutkan Prada DP tinggal di tempat kos lorong Banten 5 dan bertemu dengan Serli. Di sana ia empat kali berhubungan badan dengan Serli.

Bukan cuma perkara hubungan badan itu yang menjadi indikasi kuat pembunuhan berencana. Dari Serli-lah oditur mendapatkan fakta bahwa Prada DP pernah bilang Vera tak tahu terimakasih.

12. Selama pertemuan dengan Serli, Prada DP bercerita pada Serli bahwa Vera Oktaria tak tahu terimakasih padahal sudah dibelikan ponsel 4 kali, dibayari sekolah dan sering dibawakan makanan. Prada DP mengaku sudah banyak berkorban.

Prada DP
Prada DP (SRIPOKU.COM/SYAHRUL HIDAYAT)

 UPDATE Fakta-fakta Prada DP Berencana Bunuh Vera, Bukan Sekedar Hubungan Badan, Ini Bukti-buktinya!

 Prada DP Dianggap Posesif dan Pernah Bekap Vera Oktaria Berikut Fakta yang Diungkap Oditur Militer

 Prada DP Terkejut Dituntut Seumur Hidup, Sempat Bilang Siap Penjara 21 Tahun

Terungkap Ternyata Permasalahan 
Ini yang Membuat Prada DP Nekat Membunuh 
Korban Vera Oktaria
Terungkap Ternyata Permasalahan Ini yang Membuat Prada DP Nekat Membunuh Korban Vera Oktaria (kolase sripoku)

13. Selanjutnya pada tanggal 7 Mei 2019, Prada DP menghubungi Vera Oktaria dan berhasil.

Ini adalah momen-momen krusial pembunuhan berencana itu. Karena Prada DP mengajak Vera bertemu dan tempat pertemuannya ialah di Stasiun Kertapati.

Terdakwa mengajak bertemu di stasiun Kertapati agar seolah-olah ia baru tiba dari Baturaja ke Palembang. Padahal Prada DP sudah lama berada di Palembang.

14. Pada pukul 20.00 di hari yang sama 7 Mei, Vera menghubungiPrada DP dengan bertanya "kamu dimana?'

Prada DP membaca pesan itu tapi tak buru-buru menjawab. Terdakwa malah meminta dijemput oleh temannya Putra Baladewa untuk berangka ke Stasiun Kertapati.

15. Diantarkan ke Stasiun Kertapati Palembang. Ia membawa tas ransel hitam layaknya orang yang baru tiba. Ia lalu menemui Vera.

Prada DP dan Vera lalu pergi ke Jembatan Ampera Palembang. Sampai di sana Prada DP lalu membawa Vera lagi menuju Sungai Lilin. Dalihnya untuk bertemu dengan bibi Prada DP bernama Elsa.

Di sinilah point penting lagi bahwa indikasi kuat Prada DPmerencanakan pembunuhan.

Prada DP menurut Oditur sengaja membawa nama Elsa dan mengajak Vera ke sana karena Vera kenal dan akrab dengan Elsa.

Tapi Prada DP berbohong, rumah Elsa bukan di Sungai Lilin tapi di Betung yang jaraknya 60m kilometer sebelum Sungai Lilin.

 Prada DP Dituntut Seumur Hidup dan Dipecat, Keluarga Vera Oktaria Sebut Pembunuh, Begini Reaksinya

 Prada DP Kecewa Vera Hamil Ditinggal Pendidikan 5 Bulan, Dokter Forensik Ungkap Fakta Mengejutkan

Penangkapan Prada DP, Terungkap Pelarian Selama Buron Lakukan Ini, Mau Nyerah tapi Takut
Penangkapan Prada DP, Terungkap Pelarian Selama Buron Lakukan Ini, Mau Nyerah tapi Takut (sripoku.com/Rahmad Zilhakim)

16. Sesuai dengan BAP di penyidik, Prada DP mengaku tujuan ke Sungai Lilin:

1. Untuk cari penginapan, 2. Untuk membuka hp korban sehingga apabila ditemui foto laki-laki lain di ponsel korban maka korban akan terdakwa bunuh, 3, Jauh dari rumah korban 4, Terdakwa sudah tahu rumah paman terdakwa yang ada di area SUngai Lilin. Agar dapat minta tolong.

17. Mereka sempat berada di Betung di dekat rumah bibi terdakwa bernama Elsa. Bukti pembunuhan berencana juga terlihat saat ituPrada DP dan Vera sempat beristirahat di Betung untuk Vera makan sahur.

Jika memang ingin ke rumah Elsa pastinya Prada DP langsung mengajak ke rumah Elsa, namun Prada DP malah membawa ke Sungai Lilin dan pura-pura lupa di mana rumah Elsa agar bisa membawa Vera ke Penginapan di Sungai Lilin.

4. Ibunda Vera ingin Prada Dp dihukum mati

Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019).
Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019). (TRIBUN SUMSEL/Shintadwi anggraini)

Suhartini (50) ibu kandung Vera Oktaria, mengaku menerima hukuman seumur hidup penjara yang diterima Prada DP.

Meskipun keganjalan dihatinya masih tetap terasa. Sebab, di benaknya ia sangat ingin agar pembunuh anaknya dijatuhi hukuman mati.

"Saya menerima putusan hakim. Meskipun sebenarnya saya sangat ingin dia dihukum mati. Tapi kalau memang seperti itu keputusan hakim, kami hormati,"ujarnya saat ditemui usai sidang.

Prada DP menjalani sidang dengan agenda putusan majelis hakim atas perkara pembunuhan terhadap Vera Oktaria yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.

Sidang digelar di pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (26/9/2019).

Selama persidangan, Suhartini terlihat tenang saat mendengarkan amar putusan yang dibacakan majelis hakim.

Namun sesekali terlihat Suhartini juga menyeka air mata yang jatuh membasahi pipinya. Hal berbeda terlihat dari Rini, kakak kandung Vera yang justru terlihat gelisah menahan tangis selama persidangan.

"Yang saya tahu, hukuman seumur hidup artinya dia dihukum sampai mati di penjara. Saya terima dengan keputusan itu. Biarlah sampai mati orang itu di penjara terus,"tegasnya.

5. Pidana tambahan, Prada DP dipecat dari kesatuan

o
Prada DP usai menjalani sidang di Pengadilan Militer I-04 Palembang saat digiring masuk ke mobil tahanan, Kamis (29/8/2019).(KOMPAS.COM/AJI YK PUTRA)

Selain divonis penjara seumur hidup, Prada DP juga dipecat dari satuan. Hal itu diungkapkan hakim ketua saat sidang.

"Pidana tambahan terdakwa dipecat dari satuannya," ujar Khazim, saat membacakan putusan dalam sidang yang digelar di Pengadilan Milier I-04 Palembang, Kamis (26/9/2019).

Prada DP dipecat karena telah melakukan pelanggaran berat dan mencoreng nama baik TNI.

Setelah tuntutan dibacakan, Prada DP melalui kuasa hukumnya menyatakan pikir-pikir atas vonis yang dijatuhkan hakim.

Sebelumnya diberitakan, Prada DP divonis penjara seumur hidup karena terbukti melanggar pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana terhadap kekasihnya, Fera.

Cerita Lengkap Asmara Prada DP Pelaku Pembunuh & Mutilasi Vera Oktaria

Pasca ditangkap pada Kamis (13/6/2019) lalu, tersangkaPrada DP divonis oditur dengan hukuman penjara seumur hidup dan dipecat dari anggota TNI.

DP merupakan seorang oknum TNI dengan pangkat Prada dan tengah menjalani pendidikan Infanteri di Dikjur Tamtama Infateri Ridam II Sriwijaya.

Dugaan DP merupakan pelaku mutilasi Vera Oktaria ini diperkuat setelah dirinya dilaporkan kabur dari Dodiklatpur (Komando Pendidikan dan Latihan Tempur) sejak Sabtu (4/5/2019).

 SAKSIKAN LIVE STREAMING Sidang Putusan Vonis Prada DP Setelah Dituntut Seumur Hidup dan Dipecat

 Hari Ini Sidang Vonis Prada DP di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Majelis Hakim Bacakan Putusan

 Prada DP Tempuh Perjalanan 132 Kilometer Menuju Sungai Lilin Pakai Motor Almarhumah Vera Oktaria

 Rumah Vera dan Prada DP Berjarak Sekitar 200 M, Tapi Keluarga Terduga Pelaku Belum Datang

Kodam II/Swj Sebar Foto Prada DP Sebagai DPO
Kodam II/Swj Sebar Foto Prada DP Sebagai DPO (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA, HANDOUT)

Berikut cerita lengkap asmara Prada DP dan Vera Oktaria hingga muncul nama Serli sebagai wanita idaman lain Prada DP.

Mengemis Cinta hingga ke Bengkulu

Terkait kasus pembunuhan ini, terduga pelaku diduga membunuh korban dikarenakan masalah asmara.

Hal ini pun sempat dibenarkan oleh pihak keluarga Vera Oktaria.

Pihak keluarga Vera Oktaria menduga Prada DP mempunyai penyakit Psikopat karena terus-terusan mengejar Vera walaupun sudah ditolak sehingga sampai tega membunuh Alm Vera.

"Memang ada laki-laki yang mencintainya namun Vera menolaknya. Tapi bagi kita hal biasa kalau ditolak itu, herannya ini membunuh adik saya. Jangan-jangan dia ini punya penyakit Psikopat. Wah gawat kalu begitu dikit-dikit ditolak langsung mau ngebunuh,"ujar Firdaus Djailani (Suami dari Kakak perempuan Vera) Kepada Sripoku.com, Senin (13/5/2019).

Dari keterangan Firdaus Ramadhan ini Vera pernah ikut bersamanya selama 2 tahun selepas Vera tamat SMA.

Disana Vera juga bekerja dan membantu mengasuh anak dan keponakannya.

Firdaus mengatakan DP pernah nekat datang ke Bengkulu untuk bertemu dengan Vera Oktaria namun suami dari kakak perempuannya itu menolaknya.

"Sekitar setahun lalu DP ini pernah datang ke Bengkulu dan menelpon saya, yang mana ia ingin main kerumah dan bertemu langsung dengan Vera. Namun saya menolaknya karena nada bicara DP tidaklah sopan dalam berkomunikasi lewat telepon,"katanya

Ketika ditanya tentang DP pernah mengajak Vera bertemu dengan orang tua DP (sebelum DP pergi pendidikan) untuk membicarakan hubungan serius antara DP dan Vera, Firdaus membantahnya bahwa tidak ada komunikasi dari keluarga DP untuk membahas hubungan serius tersebut.

"Tidak ada, tidak ada komunikasi tentang hubungan serius antara keduanya. Kalu pacaran kami juga tau dan kami juga menganggap DP dan Vera itu pacaran biasa saja dan kami belum setuju tentang itu. Karena kami mau melihat DP secara mendalam. ,"kata firdaus.

Dugaan ini semakin diperkuat ketika Firdaus mengetahui cerita Vera kepada teman-temannya sebelum meninggal.

"Salah satu teman korban bercerita sebelum Vera meninggal pernah berkata 'Dari pada dia jatuh ke cowok lain lebih baik aku bunuh' itu yang dikatakan Vera kepada teman-temannya," pungkas Firdaus.

Dikenal Posesif

Fakta lain diungkap ibu korban, Suhartini (50).

Ia mengatakan bila anaknya memang menjalin hubungan dengan DP sejak masih di bangku SMP.

Namun menurut pengakuan sang ibu, hubungan ini telah lama kandas.

Hal ini lantaran DP dikenal memiliki perangai yang kasar dan posesif kepada anaknya.

Saking kasarnya, DP bahkan diketahui pernah main tangan dengan korban saat masih pacaran.

"Anak saya pernah dipukul selama mereka pacaran. Dia tidak berani melawan karena tidak ada yang menolong, jadi anak saya tidak mau lagi dengan pacarnya itu," kata Suhartini.

Akibatnya, korban tak lagi tahan dengan sikap DP kemudian memutuskan untuk tidak lagi berpacaran.

Namun menurut pengakuan sang ibu, keputusan anaknya itu tidak diterima baik oleh DP.

DP menjadi posesif dan kerap mencari-cari keberadaan korban.

Hal ini membuat Vera sering ketakutan dan gelisah terhadap DP.

DP terlihat posesif, terlalu cinta dan cemburuan dengan Vera.

"Vera pernah cerita dengan saya, dirinya tidak mau lagi dengan DP, tetapi DP terus memaksanya. Ini karena DP sering kasar dan main tangan," katanya.

Aksi kekerasan yang dialami Vera pun, sambung Suhartini, sering terjadi di rumahnya.

"Nah ketika anak saya cerita, saya bilang kepadanya mengapa saat itu dia (Vera-red) tidak berteriak atau menjerit. Tidak bisa mak, jujur di rumah kita ini Vera merasa aman," katanya.

Sementara itu dari keterangan kakak perempuan alm Vera Oktaria mengatakan pada saat rabu ketika Vera masuk kerja shift siang dan pulang malam.

Ia sempat menelphone HP adiknya itu namun tidak aktif lagi dan keesokan paginya Ia beserta keluarganya langsung menuju kerumah DP untuk mempertanyakan keberedaan Vera. Namun tak dapat jawaban yang diharapkan.

"Semenjak rabu saat Vera tidak ada kabar keesokkan paginya kami langsung kerumah DP dan menyakakan Vera. Yang ada kami cuma mendapatkan jawaban dari neneknya DP bahwa 3 hari yang lalu DP juga pergi dari pendidikan dan juga tidak tau keberadaannya,"ujar Kakak Perempuan Vera.

Dibunuh oleh sang pacar, Prada DP

Foto Prada DP Sebagai DPO
Foto Prada DP Sebagai DPO (SRIPOKU.COM/ANDI WIJAYA, HANDOUT)

Menurut Polda Sumsel, Prada DP diduga sebagai tersangka karena polisi sudah mendapatkan kejelasan siapa korban melalui pemeriksaan sidik jarinya.

"Dan sudah dilakukan pemeriksaan pada saksi keluarga dan dari sini polisi mendapatkan juga sidik jari pacar Vera Oktaria, yakniPrada DP," ungkapnya.

Alamat rumah Prada DP ternyata tidak jauh dari rumah Vera Oktaria di Plaju.

Namun setelah sempat kabur, akhirnya pada Kamis (13/6/2019) lalu Prada DP ditangkap di padepokan Monghiang Serang Banten.

Prada DP Punya Wanita Idaman Lain Bernama Serli

Serli Marlita, perempuan mengaku pernah berpacaran denganPrada DP sejak kelas 1 SMA.

"Saya sudah berpacaran dengan Deri (Prada DP) sejak SMA kelas 1 tapi hilangan begitu saja tanpa ada kata putus. Lalu Deri DM lewat instagram minta no HP dan video call. Terus jemput ngajak ke kosannya,'ujar Serli saat memberikan keterangan dalam persidangan.

 UPDATE Kronologi dan Fakta Siswi SMK di Medan Ditemukan Tewas, Kondisi Tanpa Busana!

 Cara Menghemat Air Leding di Rumah agar Tagihan PAM tak Membengkak Saat Musim Kemarau

 Usai Keroyok Penjaga Malam Pasar Mambo Lubuklinggau hingga Tewas, Kakak Adik Ini Sembunyi di Kebun

Serli mengatakan bahwa niat Deri menjemputnya karena Prada DPingin curhat dengan dirinya.

Serli mengatakan saat bercerita ekpresinya gelisah dan mengatakan bahwa dirinya bermasalah di pusat pendidikan Baturaja.

Dengan mata yang berkaca-kaca Serli mengatakan pernah menginap di kosan terdakwa

"Yang saya tahu Deri (Prada DP) kost disana selama 4 hari dan pernah menginap tapi saat itu dalam kondisi tidak sadar tiba-tiba terbangun jam 3 sendirian di kosan deri tanpa ada deri. Saya di kunci dari luar tak bisa keluar sampai-sampai saya teriak minta dengan kosan tetangga,"katanya

Kemudian ada tetangga yang menolong. Dirinya tak tau dimana keberadaan dan HP miliknya dibawa lari.

 Video: Saksi Wanita Bernama Serli Hadir di Persidangan untuk Beri Keterangan dan Mengenal Prada DP

 

Dengan menggunakan pakaian putik bercorak hitam dan celana hitam Imelda berikan kesaksiannya di Persidangan Militer I-04, Selasa (6/8/2019)
Dengan menggunakan pakaian putik bercorak hitam dan celana hitam Imelda berikan kesaksiannya di Persidangan Militer I-04, Selasa (6/8/2019) (SRIPOKU.COM/HARIS WIDODO)

Selanjutnya Imelda saksi ke-7 yang hadir di Persidangan Militer I-04 memberikan kesaksian dalam persidangan. Ternyata meninggalnya Vera Oktaria dengan cara dibekap bukanlah hal yang pertama, bahkan pada saat masih berhubungan terdakwa prada DP masih melakukannya.

Pantauan Sripoku.com, Selasa (6/8/2019) hadir dengan menggunakan pakaian Putih bercorak hitam dan celana hitam Imelda memberikan keterangan kepada Oditur.

Imelda mengatakan bahwa mengenal keduanya karena rumahnya dekat dengan korban Vera Oktaria.

"Saya tau mereka berdua pacaran karena Vera dekat dengan saya. Waktu itu hubungan mereka putus nyambung. Bahkan waktu itu mereka sempat bertengkar di rumah Vera. Dan ada teriakan minta tolong,"ujar Imelda saat memberikan kesaksian.

Mendengar suara tersebut sontak dirinya langsung ke sumber suara dan melihat ternyata Prada DP membekap Vera dengan posisi Deri di atas tubuh Alm Vera di atas kasur tepatnya di ruangan tengah rumah Alm Vera.

Melihat ada yang datang Deri pun melepasan bekapan lalu terdakwa pergi dari rumah Vera. Sementara itu, TerdakwaPrada DP bertanya kepada saksi atas hal itu

"Darimana mana kamu hal itu terjadi. Setahu saya pada saat itu kamu baru datang dengan ibu korban,"kata Deri

Lalu Imelda menjawab 'Memang bener seperti itu,"jawabnya.

yang menjadi bahan pembicaraan pada saat sidang pertama masuk dalam persidangan untuk memberikan kesaksian ke-8 pada sidang terdakwa Prada DP di Peradilan Militer I-04.

Biaya Sekolah Prada DP Dibayari Vera Oktaria

Tak hanya mengakui hubungannya dengan Prada DP, Serli juga mengungkap fakta mencengangkan.

Pasalnya, biaya sekolah DP dibayari oleh kekasihnya yang dibunuh dan dimutilasi itu.

Di hadapan Serli, Prada DP menyebut jika korban, Vera Oktaria, membuatnya kecewa.

Berdasarkan cerita yang didengar Serli, Prada DP kecewa karena korban tak kunjung mau datang ke rumah untuk dikenalkan ke orangtua terdakwa.

"Dia cerita dengan saya, Fera itu yang biayai sekolahnya si DP. Hp yang dipakai Fera itu dari dia, Fera kan sering di rumah. DP sering ke rumah Fera bawa makanan, tapi Fera tidak pernah mau kalau diajak ke rumah DP," jelas saksi.

Serli pun mengatakan bahwa Prada DP mengaku sudah putus hubungan dengan Vera Oktaria.

"Saya sudah putus, saya sudah kesal," ucap Serli menirukan kata-kata Prada DP waktu itu.

Mulutnya masih bergetar, matanya masih nanar, saat nama sang anak disebut-sebut lagi.

 Dia adalah Yulisari Suhartini, ibu dari Vera Oktaria, gadis muda yang telah meninggal dengan cara yang sadis ditangan kekasihnya sendiri yakni Prada DP.

Tepatnya 10 Mei 2019 yang lalu, Gadis muda dengan rambut panjang dan memiliki warna kulit putih ini, meninggal dunia setelah dimutilasi oleh kekasihnya, Prada DP.

Mengingat hal itu saja, membuat Suhartini panggilan sehari-harinya, tertunduk lesu dengan mata sayu namun masih menyimpan amarah.

Empat bulan telah berlalu, dari hari kematian sang anak, namun hati Suhatrini masih selalu bergetar saat mendengar nama Vera di sebut.

Ia menahan rindu yang dalam untuk sosok anaknya yang tak akan pernah bisa ia lihat dan sentuh lagi.

Beberapa kali Suhartini menitikan air mata, saat menceritakan tentang sosok anak bungsunya, Vera Oktaria.

Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019).
Ibu almarhumah Vera Oktaria, Suhartini memaki Prada DP, terdakwa pembunuh anaknya, yang akan memasuki mobil tahanan di Pengadilan militer I-04 Jakabaring Palembang, Kamis (29/8/2019). (TRIBUN SUMSEL/Shintadwi anggraini)

 Prada DP Dimaki-maki Keluarga Vera Oktaria, Prada DP Bantah Lakukan Pembunuhan Berencana

 Sidang Duplik Ungkap Alasan Prada DP Benturkan Kepala Vera dan Lari Takut dari Pendidikan Kopassus

 Emosi! Ibu Vera Oktaria Memaki-maki Prada DP, Kau Bunuh Anak Aku. Lemak Nian Kau. Aku Idak Ikhlas

Menurutnya, Vera adalah sosok pendiam namun dekat dengan seluruh anggota keluarga.

Gadis berambut panjang, dengan warna kulit putih ini merupakan sosok anak bungsu yang manja kepada ibunya.

"Apa-apa emak... sedikit-dikit emak...," ucap Suhartini yang menggambarkan sosok manja Vera Oktaria.

Kini tiada lagi sosok itu, Vera telah berada disisi Tuhan.

Ibu Vera Oktaria menyambut baik atas tertangkapnya tersangka Prada DP oleh Denpom II/Swj, Jum'at (14/6/2019).
Ibu Vera Oktaria menyambut baik atas tertangkapnya tersangka Prada DP oleh Denpom II/Swj, Jum'at (14/6/2019). (TRIBUN SUMSEL/NANDO)

 Nenek dan Ibu Vera Oktaria tak Rela Prada DP Hanya Dihukum Seumur Hidup dan Diberhentikan dari TNI

 Prada DP Menangis di Sidang Pledoi, Emosi Saya Memuncak Waktu Dengar Dia Ngaku Hamil,Saya Menyesal

 Tangis Prada DP Pecah, Ngaku Keberatan dengan Keterangan 6 Saksi: Tidak Mungkin Saya Memukul Cewek

 Sepotong Baju Pelepas Rindu

Selepas kepergian Vera, Suhartini masih menyimpan rapi kenangan-kenangan manis bersama anak perempuan bungsunya itu.

"Tidak ada yang terlupa, hanya doa yang bisa saya terus bacakan untuk sang anak tercint," ucap Suhartini.

Selain berdoa, suhartini memiliki cara sendiri untuk melepas kerinduan yang mendalam pada Vera.

Dengan sepotong baju yang sempat Vera kenakan sebelum kepergiannya.

 Ibu Vera Oktaria Marah Lihat Prada DP, Minta Hukuman Mati: Kau Fitnah Anakku Lalu Kau Bunuh Dia

 Keluarga Korban Vera Oktaria tak Puas, Minta Keluarga Prada DP Diusut karena Diduga Terlibat!

 Prada DP Dianggap Posesif dan Pernah Bekap Vera Oktaria Berikut Fakta yang Diungkap Oditur Militer

Prada Deri Pramana, terdakwa kasus mutilasi Vera Oktaria, menangis saat mendengarkan saksi keempat, kakaknya almarhum Vera pada sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Letkol CHK M Khazim di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/8/2019). Sidang pertama ini selain terdakwa dihadirkan juga 7 saksi.
Prada Deri Pramana, terdakwa kasus mutilasi Vera Oktaria, menangis saat mendengarkan saksi keempat, kakaknya almarhum Vera pada sidang perdana yang dipimpin Hakim Ketua Letkol CHK M Khazim di Pengadilan Militer I-04 Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (1/8/2019). Sidang pertama ini selain terdakwa dihadirkan juga 7 saksi. (sriwijaya post/syahrul hidayat)

Aroma tubuh Vera masih ada pada baju tersebut dan Suhartini tidak tega mencuci baju tersebut agar aroma dari sang anak tetap melekat

Hal itulah yang mampu meredam sedikit rasa rindunya seorang ibu kepada putrinya yang telah tiada. 

Empat bulan berlalu, aroma itupun mulai menghilang, Suhartini hanya bisa berserah kepada kuasa sang Tuhan.

"Saya sudah Iklhas.. Hanya saja masih selalu merindukannya,"ucap Suhartini dengan raut wajah sedih. (sumber sripo.com)

Editor: ridwan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved