Siapakah Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun yang Memarahi Pemimpin Dunia pada KTT Perubahan Iklim PBB?
Ucapan itu datang dari Greta Thunberg. Gadis berusia 16 tahun yang menjadi perbincangan dunia ketika hadir dalam KTT Perubahan Iklim PBB.
Siapakah Sosok Greta Thunberg, Remaja 16 Tahun yang Memarahi Pemimpin Dunia pada KTT Perubahan Iklim PBB?
TRIBUNJAMBI.COM - "Saya seharusnya tak di sini. Saya seharusnya di sekolah saja. Tapi kalian malah membebani kami dengan harapan. Beraninya kalian."
Ucapan itu datang dari Greta Thunberg.
Gadis berusia 16 tahun yang menjadi perbincangan dunia ketika hadir dalam KTT Perubahan Iklim PBB.
Sebabnya, dia berani memarahi para pemimpin dunia dengan menuding mereka telah mengkhianati generasi muda karena gagal mengatasi emisi dunia.
Baca: Dianggap Tak TUnjukkan Itikad Baik Bebby Fey Bakal Somasi Terakhir Youtuber yang Telah Melecehkannya
Baca: Ngaku Mantan Aktivis, Fahri Hamzah Yakin Pelaku Kerusuhan saat Demonstrasi di DPR Bukan Mahasiswa
Baca: Ibu dan Anak Berhubungan Intim Disamping Jasad Bocah 5 Tahun yang Tewas Dicekik
"Kalian telah merampas mimpi dan masa kanak-kanak saya dengan ucapan palsu kalian. Setiap ekosistem mulai kolaps, orang menderita," keluhnya.
Greta Thunberg mulai menjadi perbincangan dunia setelah menggelar aksi di depan gedung parlemen Swedia berisi seruan penanganan akan perubahan iklim.
Dilansir dari berbagai sumber, berikut merupakan 5 fakta dari gadis 16 tahun yang merupakan aktivis lingkungan itu.
1. Berawal dari Penembakan Massal di AS
Dalam wawancara dengan Amy Goodman dari Democracy Now, Greta mengungkapkan dia mendapat ide untuk pergerakannya dari penembakan massal di AS.
Dia merujuk kepada penembakan massal di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland, Florida, di mana pelaku yang masih 19 tahun membunuh 17 orang.
Saat itu, korban selamat dari tragedi Parkland mengorganisasi pergerakan bernama March for Our Lives, dan menyerukan pengetatan senjata api.
Baca: Ramalan Cinta Zodiak Hari Ini (25/9) - Capricorn Jenuh dengan Hubungan, Leo Cemburu, Aries Khawatir
Baca: Member NCT127 Kelelahan saat tiba di Jakarta, Duduk Ngemper di Bandara hingga Lesu & Ngantuk
Pada 20 Agustus 2018, Greta yang masih berusia 15 tahun memilih bolos sekolah hingga pelaksanaan pemilihan umum Swedia pada 9 September.
Saat itu, Swedia mengalami musim panas terparah dalam 262 tahun terakhir dengan gelombang panas dan kebakaran hutan.
Dia menuntut Swedia mengurangi emisi karbon sesuai Kesepakatan Paris.