Mahasiswa di Berbagai Daerah Turun ke Jalan, Terungkap Ini Tuntutan Mereka Sebenarnya!
Akhir-akhir ini mahasiswa mulai turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa sejalan dengan permasalahan negara ini yang kian kompleks
TRIBUNJAMBI.COM - Akhir-akhir ini mahasiswa mulai turun ke jalan melakukan aksi unjuk rasa sejalan dengan permasalahan negara ini yang kian kompleks.
Mulai dari kabut asap di Sumatera dan Kalimantan akibat kebakaran hutan dan lahan, Undang-Undang KPK yang dinilai melemahkan KPK, dan sejumlah peraturan perundang-undangan lain yang menuai kontroversi di masyarakat.
Berikut beberapa aksi unjuk rasa sejumlah mahasiswa di berbagai wilayah Indonesia.
Baca: Siapa Sebenarnya Iron? Anggota Densus 88 Nyamar hingga Main ML dengan Anak Tetangga
Baca: SINOPSIS Film 28 Weeks Later Tayang di Big Movies GTV, Selasa (24/9) Jam 23.00 WIB.
Baca: Temui Massa Mahasiswa yang Unjuk Rasa, Gubernur Jambi Sepakat dengan Mahasiswa Tolak Revisi UU KPK
Revisi Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) menciptakan gelombang protes dari masyarakat, khususnya Mahasiswa.
Mahasiswa berbondong-bondong menuju gedung DPR untuk berunjuk rasa menolak RKHUP.
Dikutip TribunWow.com dari Kompas.com pada Selasa (24/9/2019), mahasiswa yang berunjuk rasa bukan hanya datang dari daerah Jakarta.
Baca: Ratusan Koperasi di Batanghari Terindikasi Tidak Sehat, Tercatat Hanya 50 Koperasi yang Jalankan RAT
Baca: Siapa Sebenarnya Anindia, Retno dan Turmini? TKI Ditahan Pemerintah Singapura, Diduga Terpapar ISIS
Baca: VIRAL Terungkap Praktek Sewa Bayi Untuk Mengemis, Bayar Rp 70Ribu, Campur Susu dengan Obat Tidur
Ketua BEM Undip, M Anies Ilahi menjelaskan, mereka berangkat dari Semarang pada malam hari.
Mereka langsung menuju tempat lokasi untuk bergabung dengan Aliansi Mahasiswa Indonesia.
"Kami berangkat naik bus malam ini pulang pergi. Sampai Jakarta langsung menuju ke lokasi untuk bergabung dengan aliansi yang lain," cerita Anies.
Para mahasiswa menyewa tiga bus untuk menampung 150 kepala.
Satu armada bus pulang pergi dikenai biaya Rp 4 juta.
Mereka rela melakukan iuran sebesar Rp 100 ribu rupiah agar bisa menyuarakan suaranya ke DPR.
"Dan malamnya langsung pulang ke Semarang. Masing-masing mahasiswa iuran sebesar Rp 100 ribu. Kami sudah koordinasikan melalui sosial media," kata Anies.
Ia mengatakan, para mahasiswa turun ke jalan atas berbagai macam keresahan yang terjadi akhir-akhir ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/24092019_demontrasi.jpg)