Senin, 20 April 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Siapa Sebenarnya Anindia, Retno dan Turmini? TKI Ditahan Pemerintah Singapura, Diduga Terpapar ISIS

Tiga TKI sedang diinvestigasi dengan dakwaan membiayai kegiatan terorisme. Siapa sebenarnya mereka?

Editor: Duanto AS
Mirror
Ilustrasi ISIS 

Tiga TKI sedang diinvestigasi dengan dakwaan membiayai kegiatan terorisme. Siapa sebenarnya mereka?

TRIBUNJAMBI.COM, SINGAPURA - Tiga TKI ditahan Pemerintah Singapura.

Pemerintah Singapura menahan tiga Tenaga Kerja Indonesia ( TKI) dengan menggunakan Undang-undang Keamanan Dalam Negeri atau Internal Security Act (ISA).

Dalam keterangan kementerian dalam negeri dikutip The Straits Times Senin (23/9/2019), ketiga TKI itu berprofesi sebagai Pekerja Rumah Tangga ( PRT).

Anindia Afiyantari (33), Retno Hernayani (36), dan Turmini (31) sedang diinvestigasi dengan dakwaan membiayai kegiatan terorisme.

Baca Juga

 BREAKING NEWS: Jalan Tol Diblokade Mahasiswa, Tonton Live Streaming-nya

 Sepatu Reebok Misterius Tergeletak, Tercecer saat Demo Mahasiswa di DPRD, Milik Siapa?

 Dibubarkan Paksa, Mahasiswa Bertahan di Lapangan Kantor Gubernur Jambi, Beberapa Orang Pingsan

 ILC TVOne Malam Ini Tema Mosi Tidak Percaya, Ini Daftar Pasal RKHUP yang Bikin Kontroversi

 Daftar 5 Artis Indonesia yang Protes Revisi UU KPK, RKUHP dan Kecewa pada Sikap Jokowi

Ketiganya jadi PRT asing pertama di Singapura yang ditahan dengan UU tersebut.

ISA adalah undang-undang yang memberikan kewenangan kepada polisi untuk menahan seseorang dalam waktu lama tanpa harus melalui pengadilan atau proses hukum.

Undang-undang itu kerap digunakan untuk memenjarakan orang yang diduga dengan terorisme.

Ketiga PRT itu dilaporkan telah bekerja di Singapura selama rentang periode 6-13 tahun.

Terpapar Paham Radikal ISIS Anindia, Retno, dan Turmini menjadi radikal pada tahun lalu setelah menonton video daring dari kelompok teroris Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

Ketiga orang yang menurut Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura asal daerah tempat tinggalnya di Indonesia belum dapat disampaikan ke publik, saling kenal satu sama lain di waktu bersamaan ketika teradikalisasi.

Anindia berkenalan dengan Retno di sebuah acara kumpul-kumpul.

Sementara Turmini mengenal mereka berdua melalui media sosial.

Ketiga PRT ini menonton video kekerasan ISIS seperti serangan bom dan pemenggalan kepala sandera.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved