Berita Bungo
Ada 10 Subkejuruan, Ratusan Peserta Ikut Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Bungo
Ada 10 Subkejuruan, Ratusan Peserta Ikut Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Bungo
Penulis: Mareza Sutan AJ | Editor: Deni Satria Budi
Ada 10 Subkejuruan, Ratusan Peserta Ikut Pelatihan Berbasis Kompetensi di BLK Bungo
TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BUNGO - Ratusan peserta mengikuti kegiatan pelatihan kompetensi di UPT Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Bungo. Kegiatan itu dibuka dan ditutup oleh Bupati Bungo, Mashuri.
Dalam kegiatan itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bungo, Anna Lukita mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja dalam meningkatkan produktivitas kerja.
"Kegiatan pembukaan diikuti oleh sekitar 80 peserta. Sedangkan untuk penutupan diikuti sekitar 112 peserta," paparnya, dalam Pembukaan dan Penutupan Pelatihan Berbasis Kompetensi tahun 2019, Selasa (24/9/2019).
Baca: BLK Tanjab Timur Keluarkan 32 Sertifikat Bertaraf Nasional Gratis, Catat Ini Syaratnya
Baca: Daftar 8 Pasal Kontroversial RUU KUHP, Mulai Penghinaan Presiden, Aborsi, Hingga Kumpul Kebo
Baca: PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan
Dia mengatakan, dalam kegiatan pembukaan, ada lima subkejuruan. Di antaranya komputer operator asisten, teknisi telepon selular (reparasi software), perawatan AC split, pemasangan instalasi listrik bangunan sederhana, dan finishing kayu teknik oles.
Untuk kegiatan penutupan, juga ada lima subkejuruan. Di antaranya asisten pembuat pakaian, servis sepeda motor injeksi, pengelasan smaw 1G, pembuatan roti dan kue, komputer operator asisten.
Anna mengatakan, selama tahun 2019, pihaknya menargetkan pelatihan untuk 540 peserta. Sejauh ini, sudah lebih 400 peserta yang mengikuti pelatihan berbasis kompetensi tersebut.
Baca: Mencekam, Bagian Pagar Gedung DPR Mulai Roboh, Gas Air Mata Ditembakkan
Baca: Mahasiswa di Berbagai Daerah Turun ke Jalan, Terungkap Ini Tuntutan Mereka Sebenarnya!
Baca: ILC TVOne Malam Ini Tema Mosi Tidak Percaya, Ini Daftar Pasal RKHUP yang Bikin Kontroversi
"Targetnya, ini bisa meningkatkan produktivitas dan kinerja peserta," ujarnya.
Dari jumlah peserta tersebut, 19 di antaranya merupakan warga binaan Lembaga Pemasyarakatan Klas II B Muara Bungo.
Hal itu disampaikan Kasi Pembinaan dan Pendidikan (Binadik) Lapas Klas II B Muara Bungo, Suhaimi.
"Ada 19 orang dari warga binaan yang ikut kegiatan ini. Mereka dari latar kasus dan usia yang berbeda," katanya di tempat yang sama.
Bupati Bungo, Mashuri menambahkan, kompetensi merupakan hal yang penting dalam memasuki dunia kerja.
Lebih lanjut, dia berharap pelatihan itu tidak hanya sebatas di BLK.
Dia juga menuntut agar peserta pelatihan dapat menjadi enterpreneur yang mampu menciptakan lapangan kerja untuk orang lain.
"Jangan hanya sampai di pelatihan ini saja. Selain memasuki dunia kerja, harusnya ada juga yang jadi enterpreneur. Muncul pengusaha-pengusaha baru yang mampu menciptakan lapangan kerja, paling tidak untuk lingkup Kabupaten Bungo saja dulu," jelasnya.
Menurut Mashuri, seorang pengusaha harus punya mental yang kuat.