Berita Jambi

PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan

PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan

PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan
Tribunjambi/Rohmayana
PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan 

PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Sepanjang 2019 hingga Juli, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Mayang, Kota Jambi, mendapat laba kotor Rp 12 miliar.  Jumlah tersebut merupakan laba kotor yang belum dilakukan audit.

Erwin Jaya Zuchri, Direktur Utama PDAM TM Kota Jambi mengatakan, dibanding sebelum kenaikan tarif air, saat ini untuk operasional PDAM TM sudah aman.

“Itu laba kotor yang belum di audit, di auditnya tahun depan,” jelas Erwin.

Baca: Terdampak Kekeringan, PDAM Tirta Mayang Beri Air Bersih Gratis ke Pelanggan

Baca: SEDANG TAYANG Live Streaming Persebaya Surabaya vs Bali United, Ujian Ketangguhan Bajul Ijo!

Baca: Selebgram Awkarin Terlihat di Antara Demonstrasi Mahasiswa, Gadis Cantik Itu Cekatan Lakukan Ini

Lebih lanjut Erwin menyebutkan, dari laba itu nantinya sebagian jumlahnya akan menjadi investasi. Selain itu, jika sudah terealisasi 80 persen, akan keluar Perwal bahwa PDAM harus setor PAD.

“Mungkin kalau sudah 80 persen, akan keluar Perwal bahwa kami harus setor PAD,” ujarnya.

Erwin mengungkapkan, untuk gaji karyawan, PDAM TM mengeluarkan lebih kurang Rp 2,5 milyar. Sementara untuk operasional, PDAM TM harus mengeluarkan Rp 4 ribu per kubik.

“Jadi yang dijual ke pelanggan untuk 10 kubik pertama itu, kita tidak ada untungnya, itu hanya modal,” kata Erwin.

Baca: SINOPSIS Film The Covenant Tayang di Bioskop Trans TV, Selasa (24/9) Pukul 23.00 WIB Malam Ini!

Baca: Mencekam, Bagian Pagar Gedung DPR Mulai Roboh, Gas Air Mata Ditembakkan

Baca: Mahasiswa di Berbagai Daerah Turun ke Jalan, Terungkap Ini Tuntutan Mereka Sebenarnya!

Dibandingkan sebelumnya kata Erwin, dengan modal Rp 4 ribu PDAM TM dipaksa menjual air Rp 2 ribu per kubik, hal itu yang membuat berat PDAM.

“Dengan modal Rp4 ribu dipaksa menjual Rp2 ribu, itu yang berat,” tuturnya.

Lajut Erwin, PDAM TM mendapat untung dari penjualan air pada kelompok golongan niaga.

“Karena golongan niaga full cost recovery,” jelasnya.

Selain itu sebut Erwin, PDAM juga mendapat untung dari pemakaian besar pelanggan rumah tangga.

“Dari pemakaian diatas 10 kubik, PDAM juga mendapat untung. Karena kebutuhan nomal masyarakat itu sudah kita hitung, hanya 10 kubik per bulan,” pungkasnya.

PDAM Bisa Sumbang PAD, Hingga Juli 2019 Raup Laba Kotor Rp 12 Milyar, di Audit Tahun Depan (Rohmayana/Tribunjambi.com)

Penulis: Rohmayana
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved