Berita Tanjab Barat

Balita & Lansia Rentan Terserang ISPA, Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Rumah Singgah, Ini Lokasinya

Balita & Lansia Rentan Terserang ISPA, Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Rumah Singgah, Ini Lokasinya

Balita & Lansia Rentan Terserang ISPA, Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Rumah Singgah, Ini Lokasinya
Tribunjambi/Aldino
Ilustrasi. Jambi dilanda kabut asap, anak-anak sebaikanya mengenakan masker saat berada di luar ruangan. 

Balita & Lansia Rentan Terserang ISPA, Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Rumah Singgah, Ini Lokasinya

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TUNGKAL – Saat ini di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjab Barat), baru miliki dua rumah singgah untuk penderita inspeksi saluran pernapasan (ISPA).

Ditengah kabut asap melanda, rumah singgah yang terbebas dari pencemaran udara sangat dibutuhkan masyarakat, khusunya bayi bawah lima tahun (Balita) dan lanjut usia (lansia) yang rentan terserang Ispa.

Rumah singgah tersebut sebagai tempat penanganan darurat bagi penderita ISPA, yang terdapat didalamnya oksigen dan peralatan lainnya.

Baca: Ratusan Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Baca: Angkat Tandu 10,7 Km, 185 Dikmapa PK TNI Tenaga Kesehatan Napak Tilas Panglima Sudirman

Baca: KKI Warsi Sebut Ada Permainan Pemodal Dalam Kasus Karhutla 2019

Baca: Bentrok di Papua, 1 Prajurit TNI Meninggal saat Antar Pulang Mahasiswa dari Halaman Auditorium Uncen

Andi Pada, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjung Jabung Barat kepada Tribunjambi.com mengatakan, meski baru ada dua rumah singgah, pihaknya mengaku telah menjalin komunikasi dengan camat untuk lokasi rumah singgah tersebut.

“Rumah singgah kita ada dua, di Puskesmas Sukorejo, Kecamatan Betara dan Rantau Badak, Kecamatan Muara Papalik yang lainnya lagi konfirmasi dengan camat setempat yang bisa dipakai jadi rumah singgah," jelasnya, kepada Tribunjambi.com, Senin (23/9/2019).

Menurutnya, koordinasi yang dimaksud tersebut untuk mendapatkan tempat yang dapat dimanfaatkan fungsinya sebagai rumah singgah selain Puskesmas. Sehingga dapat dijangkau masyarakat.

Baca: Program Kemenkes Berubah, RSUD Nurdin Hamzah Jambi Kesulitan Cari Dokter Spesialis

Baca: Jambi Berasap, Siswa MAN 1 Maluku Utara Kirim Doa untuk Korban Asap di Sumatera

Baca: Udara di Muarojambi Kategori Berbahaya Akibat Karhutla, Ini Saran DLH

Baca: Di Vatikan 7.000 Orang Lari Demi Perdamaian Dunia, Perwakilan Berbagai Agama Baca Deklarasi

Sementara untuk anjuran untuk meliburkan anak sekolah, Andi mengaku sudah diberikan kepada Dinas Pendidikan untuk tidak melakukan aktivitas bersekolah.

"Kalau sudah kategori berbahaya, kami menganjurkan anak sekolah diliburkan pada kelompok usia yang memang rentan terhadap kesehatan," ujarnya. 

Sementara untuk para pegawai belum dianjurkan libur, melainkan dianjurkan menggunakan masker. Sebab aktivitas para pegawai lebih banyak di dalam ruangan. 

Balita & Lansia Rentan Terserang ISPA, Pemkab Tanjab Barat Siapkan 2 Rumah Singgah, Ini Lokasinya (Darwin Sijabat/ Tribunjambi.com)

Penulis: Darwin
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved