Udara di Muarojambi Kategori Berbahaya Akibat Karhutla, Ini Saran DLH

Kondisi Udara di Kabupaten Muarojambi dikategorikan berbahaya. Hal ini disebabkan banyaknya kebakaran lahan yang terjadi.

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Samsul Bahri
Karhutla yang terjadi menyebabkan kualitas udara di Muarojambi dalam kategori berbahaya. 

Udara di Muarojambi Kategori Berbahaya Akibat Karhutla, Ini Saran DLH

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI-Kondisi Udara di Kabupaten Muarojambi dikategorikan berbahaya. Hal ini berdasarkan laporan yang disampaikan oleh Kepala Laboratorium UPTD DLH Kabupaten Muarojambi, Senin (23/9).

Ia menyebutkan bahwa berdasarkan laporan tertanggal 22-23 September 2019 angka ISPU di Kabupaten Muarojambi pada angka 341. Angka ini berdasarkan alat ukur yang ada di Perkantoran Bupati Muarojambi.

"Katogori berbahaya itu jika angka ISPU sudah melebihi angka 300. Tertanggal 22 sampai 23 September 2019 pada angka 341 kategori berbahaya. Ini tidak jauh berbeda dari data sebelumnya," ujarnya.

Elce menambahkan bahwa kemungkinan besar angka ISPU untuk wilayah yang berdekatan dengan kebakaran bisa lebih dari hasil pantauan alat pengukur ISPU yang dipasang di Sengeti.

Baca: Kabut Asap Parah, Kualitas Udara di Tanjab Timur Masuk Kategori Berbahaya

Baca: 400 Relawan Ikut Aksi Bersih-Bersih di Gentala Arasy

Baca: Tolak RUU Pertanahan, Keluarga Besar Petani Tebo Turun ke Jalan

Baca: BREAKING NEWS 15 Menit, Hujan Guyur Kecamatan Betara Jambi Siang Ini

Baca: BPBD Tanjab Timur: Kebakaran 2019 Lebih Besar, Ribuan Hektar Lahan Terbakar

"Kalau dekat dengan lokasi kebakaran tentu ini meningkat angkanya," sebutnya

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muarojambi, Firman menyebutkan kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Muarojambi menyebabkan pasokan oksigen berkurang.

"Karena terjadinya pembakaran ini, gas karbon monoksida meningkat dan mengikat oksigen yang sangat dikit tadi. Jadi karena pembakaran ini oksigen berkurang," ujarnya.

Ia menyebutkan dampak yang dirasakan karena berkurangnya oksigen dan meningkatnya karbon monoksida tersebut adanya peningkatan angka ISPU. Selain itu, kondisi ini juga membuat debu yang dihasilkan dari kebakaran hutan dan lahan mudah berterbangan.

"Ini berbahaya bagi kesehatan secara umum. Untuk itu diminta masyarakat kurangi aktivitas di luar ruangan, kalo diharuskan keluar gunakan masker dan banyak minum air putih," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved