Cabuli Penumpang Angkot, Andi Terancam 15 Tahun Penjara, Kini Mendekam di Polresta Jambi

Andi Wibowo tersandung kasus pencabulan terhadap MS (15) penumpang yang sering naik angkot tersangka.

Cabuli Penumpang Angkot, Andi Terancam 15 Tahun Penjara, Kini Mendekam di Polresta Jambi
huffington post
Ilustrasi korban pencabulan 

Cabuli Penumpang Angkot, Andi Terancam 15 Tahun Penjara, Kini Mendekam di Polresta Jambi

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI – Tim Penyidik Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) unit reskrim Polresta Jambi masih melakukan penahanan terhadap tersangaka Andi Wibowo (22) warga Lorong Citra, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura.

Andi Wibowo tersandung kasus pencabulan terhadap MS (15) penumpang yang sering naik angkot tersangka.

Kasat Reskrim Polresta Jambi, Kompol Mochamad Fajar Gemilang melalui tim penyidiknya, Supri mengatakan saat ini tersangka mendapat tambahan masa tahanan dari jaksa setelah berkas perkara tersangka belum bisa dinyatakan P21.

“Belum kita limpahkan, dia dapat tambahan masa tahanan karena kita masih menyesuaikan keterangan pelaku dengan korban,” kata dia, Sabtu (21/9).

Baca: Dilanda Kabut Asap Parah, Peserta Festival Batanghari Tetap Semangat

Baca: Bimbing Remaja ke Arah Positif, Kampanyekan Seks Bebas di Instagram

Baca: Kabut Asap Bahaya Bagi Anak, Begini Cara Jaga Anak Tetap Sehat

Baca: WIKI JAMBI - Ayam Geprek Ngondek, Lebih Besar dan Pedasnya Nyata di Suapan Pertama

Diperkirakan berkas tersangka akan segera dilimpahkan ke jaksa pada minggu depan. “Kemungkinan minggu depan sudah bisa kita limpahkan, sekarang berkasnya masih diteliti oleh jaksa,” tambahnya.

Sementara itu, untuk tersangka dikenakan pasal 81 ayat (2) UU RI No 17 Tahun 2016 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI no 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi Undang-Undang.

“Dia terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Andi meminta MS untuk datang ke kontrakannya yang berada di Lorong Citra, Kelurahan Simpang IV Sipin, Kecamatan Telanaipura. Kebetulan istri dan anaknya sedang tidak ada di rumah dan saat itulah mereka melakukan hubungan badan pertama kali.

Selanjutnya, MS pergi ke Jakarta karena memiliki masalah keluarga. Ms menghubungi Andi agar menyusul ke Jakarta dan bertemu di Monas untuk membuktikan rasa sayangnya.

Tak lama, mereka sempat kehabisan uang di Jakarta. Alhasil mereka menjual hand phpone MS seharga Rp 600 ribu untuk ongkos pulang.

Kemudian Selasa (11/6) mereka tiba di Jambi dikontrakan tersangka. Rupanya selama MS pergi, keluarganya selalu mengintai kontrakan milik Andi. Keduanya pun digrebek oleh keluarga MS dan langsung membawa Andi ke Polresta Jambi.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved