Dilanda Kabut Asap Parah, Peserta Festival Batanghari Tetap Semangat

Festival Batanghari digelar oleh Pemprov Jambi di kawasan Rumah Dinas Gubernur Jambi berlangsung meriah meski diselimuti kabut asap.

Penulis: Muuhammad Ferry Fadly | Editor: Teguh Suprayitno
Tribunjambi/Aldino
Festival Batanghari di tengah kabut asap. 

Dilanda Kabut Asap Parah, Peserta Festival Batanghari Tetap Semangat

TRIBUNJAMBI, JAMBI - Festival Batanghari digelar oleh Pemprov Jambi di kawasan Rumah Dinas Gubernur Jambi berlangsung meriah meski diselimuti kabut asap.

Dalam festival ini, turut digelar juga pawai kostum, baik kostum kreasi maupun kostum komik Jepang, yang tak kalah menarik adalah pawai 1.000 tekuluk yang diperagakan ibu-ibu dan juga siswi SMA yang ada di Kota Jambi.

Ketua tim penggerak PKK Provinsi Jambi yang diwakili tim 2 Pengerak PKK Provinsi Jambi Aryani Neta Dianto mengatakan tekuluk ini adalah produk budaya bangsa.

"Jika kita tidak memperkenalkan seni budaya kita kepada generasi penerus maka kita sama saja tidak melanjutkan budaya ini," jelasnya.

Baca: WIKI JAMBI - Gold Point Jambi, Tempat Nongkrong Sekaligus Cuci Mobil

Baca: WIKI JAMBI - Ayam Geprek Ngondek, Lebih Besar dan Pedasnya Nyata di Suapan Pertama

Baca: Bimbing Remaja ke Arah Positif, Kampanyekan Seks Bebas di Instagram

Baca: Begini Cara Pintar Mendidik Anak Saat Kabut Asap

Baca: Pemkot Jambi Siapkan Rp 8,4 Miliar untuk Pembebasan Lahan

Tujuan diadakan pawai 1.000 tekuluk ini untuk memperkenalkan secara luas tekuluk kepada masyarajat Jambi. "Tekuluk juga kearifan lokal yang memiliki kekuaatan budaya yang ada di Provinsi Jambi," tegasnya.

Ia juga mengatakan, jika tekuluk berkembang akan membuat lapangan pekerjaan bagi masyarakat. "Maka dapat mengurangi angka pegangguran yang ada di Provinsi Jambi, dan dapat meningkatkan ekonomi dari sisi budaya," ungkapnya.

Dalam pawai tersebut, terlihat para ibu-ibu dan juga siswi SMA sangat antusias dalam memamerkan tekuluk yang dibawakannya. Walaupun di tengah kepulan asap mereka tetap semangat berjalan dari bawah jembatan Gentala Arasy menuju rumah Dinas Gubernur Jambi.

Nita, siswi yang ikut pawai tekuluk mengatakan cukup bangga membawakan tekuluk ini. "Kami merasa seperti ratu, dan juga merasa menjadi gadis Jambi seutuhnya, karena tengkuluk kan khas dari Provinsi Jambi," jelasnya.

Ia juga mengatakan tak khawatir memperagakan tekuluk walaupun Provinsi Jambi diselimuti asap tebal. "Tidak apa-apa, yang penting bisa menunjukan tekuluk ke pada masyarakat Jambi yang menyaksikan acara ini," jelasnya.

Selain tekuluk, terlihat pula beberapa muda-mudi dan anak-anak membawakan kostum kreasi, ada yang menggunakan kostum dengan menampilkan Tugu Kris Siginjai, bahkan ada juga yang membawakan kostum yang bertemakan Angso Duo.

Baca: Kabut Asap Bahaya Bagi Anak, Begini Cara Jaga Anak Tetap Sehat

Baca: Di Tengah Kabut Asap, 150 Crosser Bertarung di Kota Jambi

Baca: Terungkap Alasan Ibu Lies Tolak Apartemen dan Uang Rp 3 Miliar Demi Pertahankan Rumah Tua Miliknya!

Baca: VIDEO: Mencekam Tengah Hari Macam Malam, Langit di Jambi Berubah Oranye Akibat Kebakaran Lahan

Antusias masyarakat pun tak berkurang, terlihat banyak masyarakat yang berdatangan untuk menyaksikan pagelaran setahun sekali ini. Festival Batanghari ini dimulai pada hari ini, dan juga dalam pembukaannya festival ini mengundang artis dari Ibukota.

Sumber: Tribun Jambi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved