Api Mendekati Pemukiman, Satgas Karhutla Berencana Bangun Landasan Heli di Sadu Tanjabtim

Luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi hingga saat ini sebanyak 1.720 hektare, paling banyak terjadi di lahan gambut.

Api Mendekati Pemukiman, Satgas Karhutla Berencana Bangun Landasan Heli di Sadu Tanjabtim
Tribunjambi/Zulkifli
Rakor penanganan Karhutla bersama Gubernur dan para Bupati/Wali Kota, di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi. 

Api Mendekati Pemukiman, Satgas Karhutla Berencana Bangun Landasan Heli di Sadu Tanjabtim

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Komandan Satgas Karhuta Provinsi Jambi Koonel Arh Elphis Rudhi usai Rakor penanganan Karhutla bersama Gubernur dan para Bupati/Wali Kota, di Aula Rumah Dinas Gubernur Jambi menyampaikan, luas lahan yang terbakar di Provinsi Jambi hingga saat ini sebanyak 1.720 hektare, paling banyak terjadi di lahan gambut.

Sedangkan lahan yang saat ini masih meyala dan paling parah ada di daerah Kumpe Ilir, tepatnya di kawasan konsesi PT Pesona dan PT PDI karena lahan gambut.

"Kemarin sore kita berhasi menghambat. Mudah-mudahan hari ini apinya tidak loncat lagi apinya. Karena ada kanal di sana kita bendung dan perlebar, supaya api tidak melebar," sebut Danrem 042/Gapu, Kamis (19/9).

Sulitnya api dipadamkan karena lahan di kawasan tersebut merupakan lahan gambut dengan kedalaman 2-4 meter. "Kalau bicara pemadaman dan pendinginan di lahan gabut itu bisa berhari-berhari masih banyak bara api," ujarnya.

Baca: Lakukan Penganiayaan, Kepala Desa Pulau Batu Bungo Divonis Satu Setengah Bulan

Baca: Bandar Narkoba di Jambi Ditangkap, Maia Diadili Bersama Dua Rekan Prianya

Baca: Pasien Poli Paru RSUD H Hanafie Bungo Jambi Meningkat Akibat Kabut Asap

Baca: Ratusan Balita di Tanjab Barat Terserang ISPA Akibat Kabut Asap

Baca: Sungai Tembesi Mengering, Dirut PDAM Sarolangun Minta Warga Hemat Air

Sedangkan untuk Karhutla yang terjadi di Kecamatan Sadu dan Berbak, yang dilaporkan sudah mengarah ke pemukinan warga, kata Rudy akan ditangani dengan operasi water bombing.

"Untuk water bombing, kini telah aktif ke tiga-tiganya, kita akan upayakan. Kan memang sewaktu satu helipun kita sering kirim Heli namun beberapa hari terakhir ada beberapa gangguan kabut untuk menuju ke sana, kalau kita melintas ke sana ada kabut. Untuk solusinya kita akan cari landasan di sana," beber Danrem.

Namun dengan membuat landasan di sana pun, menurut Rudy timbul masalah baru, yakni bagaimana caranya memobilisasi bahan bakar heli atau aftur.

"Kalau mengisinya kan itu berapa liter, itu harus menggunakan mobil khusus yang pakai pompa kalau pakai tangan itu cukup lama dan tidak efektif," ungkap Rudy.

Sedangkan untuk hujan buatan, dikatakan Rudy pemerintah pusat dalam hal ini BNPB sudah menyiapkan pesawat yang sudah standby di Pekanbaru Riau dan Palembang. Pesawat ini telah diisi dengan bahan untuk menyemai awan, namun sangat tergantung dari pada kondisi pengumpulan awan.

"Kalau sudah 50-70 persen mungkin bisa disemai tapi hasilnya masih fifty-fifty. kalau sudah 70 persen keatas itu kemungkinan besar akan turun hujan. Namun kita saat ini masih baru 25%," pungkasnya.

Penulis: Zulkifli
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved